Sejarah Hari Ini: Garuda Indonesia Jatuh di Srilanka, 170 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia
berita

15 November 2019 16:45
Watyutink.com – Hari ini, 15 November 2019, tepat 41 tahun silam persitiwa kelabu menimpa jamaah haji Indonesia. Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 262 penumpang dan awak kabin jatuh di Srilanka. 183 penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Dikutib dari Historia, saat itu maskapai penerbangan Indonesia, Garuda mencarter pesawat milik Icelandic Airlines guna mengangkut jamaah haji asal Kalimantan Selatan. Pesawat terbang dari bandara Jeddah dan direncanakan mendarat  di Bandara Surabaya. Dalam perjalanan, pesawat direncanakan singgah di Srilanka untuk mengisi bahan bakar.

Abi Karsa, wartawan Banjarmasin Post yang ikut dalam penerbangan itu menceritakan, ia merasakan guncangan sangat keras setelah sebelumnya ada peringatan pesawat akan jatuh. Abi pun mengajak istrinya yang juga menjadi penumpang pesawat tersebut keluar melalui lobang besar di belakang pesawat.

Setelah berlari sekitar sepuluh meter, Abi mendengar ledakan hebat. Keduanya pun tiarap dan kembali mendengat ledakan. Kedua korban selamat itu pun dilarikan ke RS Negombo guna mendapat perawatan.

Berdasarkan hasil investigasi, kecelakaan yang terjadi pada 15 November 1978 itu akibat kesalahan kecil yang dilakukan pilot. Namun akibatnya sangat fatal. Pesawat dikabarkan turun terlalu cepat saat akan melakukan pendaratan di bandara Kutanayake, Kolombo, Srilanka. Menyadari hal itu, pilot berniat membatalkan pendaratan dan berusaha menerbangkan pesawat kembali.

Terlambat, pesawat justru menabrak pucuk-pucuk pohon kelapa sebelum akhirnya terhempas ke kebun karet disertai ledakan hebat bebera saat setelahnya. Lima unit pemadam kebakaran tak mampu berbuat banyak lantaran terhalang pohon-pohon karet yang rapat. 170 jamaah haji dan 13 awak kabin meninggal dunia. 32 orang mengalami luka serius dan 47 orang selamat. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir