Segudang Manfaat Dibalik Pahitnya Brotowali, Sembuhkan Hipertensi, Diabetes dan Alergi
berita
Brotowali
27 March 2020 17:38
Watyutink.com - Banyak orang menghindari minuman pahit. Mereka lebih suka mengonsumsi minuman manis karena lebih nikmat di lidah. Padahal banyak minuman pahit yang justru bermanfaat bagi kesehatan.

Salah satu minuman pahit itu adalah brotowali. Tanaman yang sering dijadikan jamu tradisional ini terkenal sangat pahit. Tapi dibalik rasa pahit itu tersimpan segudang manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat brotowali?

Brotowali adalah tanaman obat tradisional yang selama bertahun-tahun digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.  Brotowali yang mempunyai nama latin Tinospora crispa ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Tanaman ini dikenal kaya akan kandungan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti alkaloid, flavonoid, flavon glikosida, triterpen, diterpen, diterpen glikosida, firoditerpen, lakton, sterol, lignan, dan nukleosida. Itulah sebabnya brotowali dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit, seperti hipertensi atau darah tinggi.

Brotowali diketahui dapat menghambat perkembangan aterosklerosis pada pembuluh darah. Caranya dengan menekan kadar kolesterol total, trigliserida, dan lipoprotein densitas rendah.

Hal inilah yang membuat brotowali dapat mengontrol tekanan darah tetap stabil. Selain itu sifat antioksidan yang dimiliki  brotowali juga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Brotowali juga bermanfaat bagi penderita diabetes atau penyakit kencing manis. Penelitian menunjukkan brotowali dapat merangsang produksi insulin dari sel beta yang ada di pankreas. Brotowali juga dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh otot. Sehingga dapat membantu mengontrol diabetes.

Brotowali juga ampuh mengobati penyakit kulit, seperti kudis. Selain diolah menjadi jamu, brotowali juga bisa dijadikan obat luar.  Sifat antioksidan dan antiradikal kuat yang terkandung dalam brotowali terbukti dapat membantu mengobati penyakit kulit.

Brotowali juga bermanfaat meredakan alergi. Dilansir dari WebMD, ekstrak spesies Tinosporacordifolia seperti brotowali betkhasiat mengurangi gejala alergi seperti gatal-gatal, bersin, dan hidung tersumbat.

Meski kaya akan manfaat bagi kesehatan, dianjurkan tidak mengonsumsi brotowali dalam jumlah berlebihan. Penelitian  menunjukkan ekstrak brotowali pada dosis tertinggi, yaitu 4 gram per kilogram berat badan berpotensi menimbulkam keracunan pada hati dan ginjal.

Itulah sebabnya penggunaan brotowali bubuk sebaiknya tidak lebih dari 28,95 gram per kilogram berat badan. Jika ditemukan indikasi keracunan, sebaiknya segera hentikan mengonsumsi jamu brotowali.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF