Segudang Khasiat Daun Afrika, Walau Pahit tapi Bisa Sehatkan Jantung, Cegah Diabetes, Kanker, dan Kolesterol
berita
Daun Afrika/ Net
11 November 2020 08:00
Watyutink.com – Belum banyak orang mengetahui daun afrika. Padahal daun ini dikenal kaya akan manfaat bagi kesehatan. Terlebih daun afrika sudah lama digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, terutama di negara-negara di Benua Afrika. Pasalnya daun afrika dikenal kaya akan kandungan zat yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat daun afrika?

Daun afrika dikenal dengan nama Vernonia Amygdalina. Disebut sebagai ‘Daun Afrika’ lantaran memang berasal dari benua Afrika, terutama Nigeria. Tanaman daun afrika selama ini juga dikenal sebagai bitter leaf atau daun pahit. Pasalnya daun afrika memang memiliki rasa yang pahit. Hal ini juga membuat orang sering takut dan tidak memanfaatkan daun afrika.

Sebuah studi menunjukkan daun afrika memiliki kandungan protein, serat dan lemak yang cukup tinggi. Daun vernonia amygdalina juga kaya akan kandungan mineral, seperti zink, kalsium, magnesium, kalium, zat besi, dan natrium. Sedangkan vitamin yang terkandung dalam daun afrika adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan vitamin B kompleks. Kandungan vitamin dalam daun afrika bahkan mampu mencukupi kebutuhan harian orang dewasa.

Itulah sebabnya daun afrika diyakini bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk menurunkan kolesterol. Journal of Vascular Health and Risk Management menyebut mengonsumsi daun afrika dapat mengurangi kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) hingga 50 persen. Sebaliknya, daun afrika juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL). Hal ini menjadikan daun afrika bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung.

Daun Afrika juga mengandung linolenic acid atau omega 3 dan linoleic acid atau omega 6. Meski sangat penting, kedua nutrisi tersebut tidak diproduksi oleh tubuh. Itulah sebabnya asupan dari makanan sangat penting untuk mencukupi kebutuhan omega 3 dan omega 6. Penelitian para ahli menyebut kedua nutrisi tersebut dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis, terutama penyakit kardiovaskuler, seperti jantung koroner, henti jantung mendadak, gagal jantung, gangguan pembekuan darah, mengurangi risiko aterosklerosis.

Omega 3 dan omege 6 dalam daun afrika  juga memiliki sifar antiradang. Itulah sebabnya daun afrika juga berguna untuk mencegah iritasi, infeksi, dan cedera. Juga mampu mengendalikan rematik dan melindungi tubuh dari penyakit neurodegeneratif.

Daun afrika juga berguna untuk pengobatan diabetes. Ekstrak daun afrika diketahui mengandung zat aktif seperti saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, dan polifenol yang berguna untuk menurunkan glukosa darah setelah makan. Sedangkan ekstrak ethanol dalam daun Afrika dapat mengurangi kadar gula darah secara keseluruhan.

Sebuah penelitian menunjukkan, jus daun afrika bermanfaat untuk meredakan gejala malaria. Percobaan yang pernah di lakukan, sari daun afrika mampu meredakan demam dan malaria ringan hingga 67 persen. Namun jika kondisi tetap tidak membaik, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter.

Daun afrika juga memiliki sifat antioksidan. Itulah sebabnya mengonsumsi daun afrika bisa mencegah tubuh terkena penyakit akibat efek buruk radikal bebas, termasuk kanker. Antioksidan juga melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung, stroke, penuaan, diabetes, artritis, fibromyalgia, Parkinson, Alzheimer, penyakit autoimun, dan penyakit generatif lainnya.

Untuk mendapatkan manfaat daun afrika, caranya bisa beragam. Bisa dengan cara dimakan mentah, cukup dua atau tiga lembar setiap hari. Tapi rasanya sangat pahit. Bisa juga dengan meminum air rebusan daun afrika. Ambil dua atau tiga lembar daun afrika, cuci hingga bersih. Rendam dalam segelas air panas beberapa menit dalam keadaan tertutup. Setelah menjadi hangat, minum air rendaman tersebut.

Daun afrika juga bisa dimasak dan dicampur dengan sayuran lainnya. Cara ini bisa lebih enak. Pasalnya rasa pahit dari daun afrika bisa sedikit berkurang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF