Samson, Nabi Perkasa yang Beribadah Selama Seribu Bulan
berita
Sumber Foto : Istimewa
18 May 2019 16:25
Watyutink.com – Siapa yang tidak mengenal tokoh Samson. Lelaki bertenaga luar  biasa yang mampu merobohkan bangunan dengan tangan kosong. Banyak film layar lebar yang mengisahkan kehebatan tokoh ini, yang paling dikenal adalah kisah Samson dan Delilah. Sineas Indonesia pun tak ketinggalan memfilmkan tokoh ini melalui film Samson Betawi yang diperankan aktor legendaris Benyamin Sueb.

Tahukah Anda, dalam ajaran Islam, Samson adalah seorang Nabi yang diutus Allah SWT di tanah Romawi?

Dalam beberapa kitab, seperti Muqasyafatul Qulub dan Qishashul Anbiyaa, Samson disebut mempunyai nama asli Syam’un Al Ghozy. Seperti halnya nabi-nabi yang lain, Nabi Syam’un juga mempunyai mu’jizat berupa kekuatan super yang tidak dimiliki orang lain. Dengan kekuatan fisiknya, Syam’un mampu mematahkan besi yang paing kuat sekalipun. Selain itu Syam’un juga bisa merobohkan dan menghancurkan tembok besar dengan tangan kosong.

Disebutkan bahwa, Nabi Syam’un diutus untuk melawan bangsa yang menantang keesaan Allah SWT yang dipimpin oleh seorang raja dzalim. Lantaran tidak suka dengan Nabi Syam’un, sang raja berusaha menyingkirkannya. Namun usaha sang raja sia-sia belaka. Pasalnya tak ada yang mampu mengalahkan Syam’un.

Sang raja kemudian mencari cara agar sang nabi bisa dimusnahkan. Sang raja bahkan rela memberi hadiah besar kepada orang yang bisa menaklukkan Nabi Syam'un. Namun semua itu tak membuahkan hasil. Tetap saja tak ada yang mampu mengalahkan Nabi Syam'un.

Akhirnya sang raja pun mengadakan sayembara, bagi siapapun yang mampu mengalahkan Syam’un. Ternyata tawaran hadiah besar itu membuat istri Syam’un tergoda. Ia pun menceritakan kelemahan Syam’un kepada sang raja. Kelemahan Syam’un adalah rambutnya. Sang istri menyebut bahwa jika rambutnya dipotong, maka kekuatan Syam’un akan hilang.

Saat sang nabi tengah tertidur pulas, istrinya kemudian memotong rambut Syam'un kemudian mengikat tubuhnya hingga dia tak berdaya. Nabi Syam'un pun diserahkan kepada sang raja. Selanjutnya Syam’un mengalami berbagai siksaan dari raja dzalim, termasuk dengan dibutakan kedua matanya.

Nabi Syam’un pun berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar mengembalikan kekuatannya. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Syam’un hingga akhirnya bisa melepaskan belenggu dan menghancurkan istana raja. Semua orang yang berada di istana raja, termasuk istri Syam’un mati tertimpa reruntuhan istana.

Syam’un kemudian berjanji kepada Allah SWT akan berjuang selama 1.000 bulan untuk menegakkan agama Allah SWT.

Rully Ferdiansyah, dalam bukunya berjudul ‘Syam'un Asal Muasal Lailatul Qadr’ menuliskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan kepada pada pengikutnya tentang kisah Nabi Syam’un. Bahkan salah satu surat dalam Al Qu’an, yakni surat Al Qadr, ayat 1-5 diturunkan saat Nabi Muhammad SAW bercerita tentang Nabi Syam’un.

Dalam surat Al Qadr, Allah SWT menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qadr, satu malam di bulan Ramadhan yang memiliki kemulian seperti seribu bulan. Orang yang beribadah di malam itu akan mendapat pahala seperti beribadah selama seribu bulan. Sama seperti ibadah yang dilakukan Nabi Syam’un selama seribu bulan.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!