Pria Botak Lebih Berisiko Terserang Penyakit Jantung Koroner
berita

25 October 2019 17:00
Watyutink.com – Kerontokan rambut sudah lazim terjadi, umumnya menimpa pria. Sebagian orang merasa tidak peduli dengan hal tersebut. Namun banyak pula orang yang berusaha mengatasi kerontokan rambut. Jika dibiarkan, kerontokan rambut bisa berujung kebotakan.

Kerontokan rambut yang berakibat kebotakan tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya kebotakan ternyata bisa memicu gangguan kesehatan.

Tahukah Anda, apa penyakit yang bisa muncul akibat kebotakan?

Kebotakan pada pria bisa disebabkan adanya peningkatan sensitivitas perifer androgen dan testoteron bebas yang akan diubah menjadi zat pemicu kerontokan rambut. Kebotakan juga bisa terjadi karena keturunan atau genetik. Hampir  30 persen hingga 40 persen pria diketahui mengalami kebotakan.

Beberapa ahli menyebut pria yang menderita kebotakan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gangguan jantung. Dalam penelitian tersebut, kebotakan dapat memicu serangan jantung koroner. Penyakit ini diketahui adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kematian.

Jantung koroner adalah kondisi dimana aliaran dalam pembuluh darah tidak lancar akibat adanya plak atau penumpukan lemak. Akibatnya arteri koroner tidak bisa menjalankan tugasnya memberikan makanan dan oksigen pada otot-otot jantung.   

Sumbatan tersebut juga menyebabkan otot jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka dapat menyebabkan gagal jantung dan aritmia.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang terserang penyakit jantung. Salah satunya adalah kebotakan pada laki-laki. Penelitian yang dilakukan University of Tokyo membuktikan pria yang kepalanya botak cenderung mengalami peningkatan risiko menderita penyakit jantung koroner sebanyak 32 persen lebih besar dibandingkan pria yang tidak botak.

Jika kebotakan dialami oleh pria berusia 50 hingga 60 tahun, risiko penyakit jantung koroner meningkat menjadi 44 persen. Risiko terbesar dialami jika kebotakan terjadi pada bagian ubun-ubun atau kepala bagian atas.

Para ahli belum bisa menjelaskan secara pasti hubungan antara kebotakan dan penyakit jantung koroner. Namun disebutkan, pria botak cenderung mengalami hiperinsulinaemia atau insulin yang resisten. Insulin diketahui adalah horman yang mengatur kadar gula dalam tubuh. Kenaikan kadar gula diyakini menjadi salah satu menyebab serangan jantung koroner.

Pada pria yang mengalami kebotakan, insulin tidak mampu menjalankan tugasnya mengatur kadar gula. Akibatnya kadar gula akan meningkat dan tidak bisa kembali normal. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu serangan penyakit jantung koroner. Kondisi resistensi insulin juga diketahui menyebabkan penyempitan pembuluh darah di sekitar kepala.

Itulah sebabnya bagi Anda, kaum pria yang mengalami kebotakan sudah selayaknya berhati-hati. Lakukan pola hidup sehat untuk menghindari gangguan kesehatan, utamanya pada organ jantung. Ubah pola makan menjad lebih sehat dan seimbang. Selain itu rutinlah berolah raga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif