Perut kembung, Kurangi Konsumsi Lima Jenis Makanan Ini
berita
sumber Foto : detik.com
01 November 2019 14:10
Watyutink.com – Perut kembung bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas dalam lambung dan usus, sehingga perut terasa penuh, kencang, dan bergas. Perut kembung bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor makanan, intoleransi laktosa, serta mengidap penyakit tertentu.

Tahukah Anda makanan yang memicu terjadinya perut kembung?

Baca Juga

Sayuran kelompok kubis, seperti brokoli, kubis, dan kol termasuk sayuran yang mampu menyebabkan perut kembung. Sayuran tersebut mengandung raffinose, yaitu zat gula yang harus difermentasi  oleh bakteri di usus karena sulit dicerna. untuk mengurangi dampaknya, Anda dapat mengukusnya terlebih dahulu agar seratnya lebih lunak.

Susu dan produk olahannya juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini dikarenakan beberapa orang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik (intoleransi laktosa). Kondisi intoleransi laktosa ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan enzim laktase, sehingga laktosa tidak dapat dicerna secara optimal dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Beberapa buah seperti apel, nanas, pir, anggur, serta mangga dapat menyebabkan perut kembung serta gangguan pencernaan bagi sebagian orang. Buah apel mengandung serat yang tinggi, fruktosa, serta sorbitol (zat yang menyebabkan gas berlebih). Untuk mengurangi efek perut kembung dari buah apel, Anda dapat mengkonsumsinya setelah makan atau sudah diolah terlebih dahulu.

Makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna seperti makanan berlemak juga dapat memicu terjadinya perut kembung. Selain itu, minuman bersoda mengandung gas yang dapat terjebak di dalam perut dan menyebabkan perut kembung.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif