Pergunakan Masker Mulut yang Benar dan Tepat untuk Mencegah Tertular Virus Corona
berita
Sumber Foto: REUTERS/Murad Sezer
30 January 2020 08:00
Watyutink.com - Banyak orang gemar memakai masker mulut saat bepergian, karena memakai masker mulut dianggap bisa membantu melindungi, mencegah, dan mengurangi efek polusi atau kuman di udara yang dapat mengganggu kesehatan. Saat ini, udara sudah kotor karena tercemar polusi, apalagi bagi Anda yang tinggal di perkotaan, tentu saja dengan menggunakai masker mulut saat bepergian ataupun berkendara, mampu mencegah udara kotor masuk ke dalam pernapasan. Selain itu, saat ini dunia sedang dihebohkan Virus Corona, dari Wuhan, China, yang menyerang pernapaan, yaitu menginfeksi hidung, sinus dan tenggorokan bagian atas. 

Tahukah Anda, apa saja manfaat memakai masker mulut bagi kesehatan?

Menurut penelitian, alasan seseorang menggunakan masker mulut karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya untuk menghindari paparan polusi udara. Misalnya asap dari kendaraan bermotor, pabrik, rokok, dan debu, adalah beberapa jenis polusi udara yang bisa ditemukan setiap harinya. Paparan polusi ini dapat memengaruhi kinerja paru-paru serta meningkatkan risiko terserang penyakit pernapasan.

Menurut sejumlah penelitian menggunakan masker mulut dapat membantu mencegah Anda menularkan atau tertular berbagai macam penyakit. seperti flu, batuk, dan sindrom pernapasan akut berat (ISPA). Untuk itu, memakai masker mulut dapat menjadi salah satu cara terbaik agar kita tidak mudah tertular atau menularkan penyakit. Masker yang digunakan dengan benar bisa membantu mencegah virus dan bakteri menyebar melalui lendir atau cairan yang keluar saat kamu bersin atau batuk.

Alasan selanjutnya memakai masker mulut yang tidak kalah penting adalah, untuk melindungi sebagian kulit wajah dari efek negatif polusi udara dan paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dan polusi udara yang berkepanjangan dan berulang diduga dapat menyebabkan penuaan dini dan risiko timbulnya  penyakit kulit, jerawat, flek hitam.

Adapun jenis masker yang biasa dipakai secara umum, adalah yaitu masker bedah dan masker N95. Dua jenis masker tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masker bedah ini dapat melindungi saluran pernapasan dari percikan bersin dan batuk orang lain, serta masker jenis ini mencegah tetesan cairan tubuh yang mengandung virus dan kuman keluar melalui hidung atau mulut. Kelemahannya, partikel kecil seperti virus di udara masih bisa terhirup meski memakai masker ini.

Masker N95

Penamaan Masker N95 karena diduga dapat menyaring partikel di udara hingga 95 persen. Masker mulut ini dibuat agar pas dengan wajah sehingga tidak ada celah yang memungkinkan masuknya virus melalui udara. Namun harganya lebih mahal dari masker bedah biasa.

Virus Corona

Terlebih lagi saat ini, pemakaian masker mulut memang  sangat dibutuhkan, karena dunia sedang dihebohkan dengan serangan wabah virus corona. Wabah penyakit yang berawal dari Wuhan, China itu telah menjangkiti ribuan orang, ratusan di antaranya meninggal dunia. Beberapa negara bahkan sudah siap siaga dan berusaha mencegah virus mematikan itu memasuki negaranya serta menyerang warganya.

Sampai saat ini (30/1/2020), virus corona telah menyebabkan 132 orang dilaporkan meninggal dari hampir mendekati 6.000 kasus. Koran Harian Rakyat di China mengungkap data bahwa hanya 0,6 persen penderita yang berusia di bawah umur 15 tahun. Umumnya menyerang orang yang memang punya riwayat sakit yang terkait pernapasan.

Berdasar penelitian yang terus dilakukan terhadap pasien yang terserang, kian hari juga kian jelas bagaimana proses penularannya. Proses penularan utamanya terjadi lewat dua cara: pertama, terkena cairan yang berasal dari organ pernapasan. Cairan itu memercik dan menempel ke orang lain. Kedua, bersentuhan dengan anggota badan/pakaian penderita.

Contoh yang pertama adalah: dari bersin atau batuk. Sewaktu bersin atau batuk itu ada percikan cairan yang mengenai orang lain. Asal percikan dari batuk atau bersin itu pasti dari rongga pernapasan. Sedangkan contoh yang kedua adalah sewaktu kita bersalaman atau cipika-cipiki dengan penderita. Bisa juga karena bersenggolan, atau kontak badan seperti apa pun. Jadi tegasnya virus itu tidak berterbangan ke sana ke mari lalu hinggap ke orang lain. Karena itu kasus terbanyak yang tertular adalah anggota keluarga penderita sendiri.

Sedangkan yang bukan keluarga, kasusnya termasuk jarang. Misalnya pada kasus sopir bus di Jepang. Sopir bus ini  baru saja mengantar rombongan turis dari Wuhan,China, sehingga  terjadi kontak anggota badan. Akan tetapi sampai saat ini  belum ada ada penderita di luar China yang sampai meninggal dunia.

Berita terbaru menyebutkan bahwa Badan Kesehatan Dunia, WHO tidak menganjurkan diadakannya evakuasi orang-orang asing yang ada di Wuhan. WHO optimistis dengan keseriusan pemerintah China dalam menangani virus ini. Namun demikin beberapa negara tetap mulai mengevakuasi warga mereka. Jepang dan Korea sudah mengirim pesawat khusus ke Wuhan.

Jadi biasakanlah menggunakan masker mulut ketika berpergian ke luar rumah. Pakailah masker dengan benar, dan tepat (Masker N95). 

Baca Juga: "Cara Kenakan Masker dangan Benar, Bagian Putih di Dalam Hijau di Luar"

(lien+kan)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF