Orang Bertubuh Pendek Berisiko Terserang Beberapa Penyakit, Apa Saja Itu?
berita
Sumber Foto : liputan6.com
05 October 2019 16:42
Watyutink.com – Sebagian orang tidak mempermasalahkan ukuran tinggi badan. Mereka tidak merisaukan badannya tinggi atau pendek. Meski sebagian orang merasa lebih percaya diri dengan tubuh yang tinggi tapi sebagian yang lain tetap merasa nyaman dengan badan yang terbilang pendek.

Padahal sebenarnya ukuran tinggi badan bukan hanya berkaitan dengan penampilan. Ukuran tinggi badang ternyata juga berpengaruh dengan kesehatan seseorang. Beberapa pakar kesehatan menyebut orang dengan tubuh pendek lebih rentan terserang beberapa penyakit.

Tahukah Anda, apa saja penyakit yang rentan diderita orang bertubuh pendek?

Para ahli kesehatan menyebut ukuran tinggi badan dapat mempengaruhi beberapa sistem yang ada dalam tubuh manusia, termasuk metabolisme tubuh. Itulah sebabnya orang bertubuh pendek berisiko menderita beberapa penyakit, salah satunya adalah diabetes atau kencing manis. Beberapa penelitian yang dipublikasikan Jurnal Diabetologia, jurnal kesehatan yang diterbitkan the European Association for the Study of Diabetes (EASD) Inggris, menyatakan perbedaan tinggi badan hingga 10 centimeter dapat mempengaruhi risiko serangan diabetes.

Masih dari hasil penelitian tersebut, para ahli juga menyebut orang bertubuh pendek juga rentan terserang gangguan organ hati. Pasalnya orang bertubuh pendek lebih mudah mengalami penumpukan lemak. Selain mengganggu organ hati, penumpukan lemak juga bisa meningkatkan risiko serangan penyakit jantung dan stroke.  

Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Leicester, Inggris juga menyebutkan ukuran tinggi badan berpengaruh pada penyakit jantung koroner. Semakin pendek seseorang semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung koroner. Perbedaan 2,5 inchi sudah mampu mempengaruhi risiko penyakit jantung koroner sebesar 12,5 persen.

Penelitian juga membuktikan orang bertubuh pendek lebih besar kemungkinan terserang gangguan paru-paru. Itulah sebabnya orang bertubuh pendek lebih disarankan rajin berolah raga, aktif bergerak, dan selalu mengonsumsi makanan sehat. Selain itu orang bertubuh pendek sangat tidak dianjurkan merokok.

Orang bertubuh pendek juga membuat seseorang berisiko terkanan osteoarthritis. Penyakit yang kerap disebut OA ini adalah penyakit degeneratif yang menyebabkan sendi merasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Hal ini disebabkan orang pendek mempunya tulang rawan yang lebih sedikit jika dibandingkan orang bertubuh tinggi.

Ukuran tubuh pendek juga berisiko menyebabkan kebotakan. Pakar kesehatan menyebut hal ini terkait dengan karakteristik fisik, khususnya sistem yang berjalan pada orang bertubuh pendek.

Bagi wanita, tubuh pendek bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Ibu hamil yang bertubuh pendek juga cenderung melahirkan bayi dengan berat badan yang tidak ideal. Terlebih jika saat hamil, wanita tersebut tidak mendapat nutrisi dengan baik.  

Itulah sebabnya setiap orang, terutama anak muda selalu berusaha menambah tinggi badannya hingga mencapai ukuran ideal. Namun semuanya sebaiknya dilakukan secara alami dengan berolah raga atau aktivitas fisik lainnya. Selain itu disarankan rutin mengonsumsi makanan sehat yang mengandung gizi dan nutrisi berimbang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah