Nasi Jagung, Makanan Sehat yang Mampu Cegah Kanker, Diabetes, dan Gangguan Pencernaan
berita
Nasi Jagung/ Net
31 October 2019 17:00
Watyutink.com – Masih ingatkan Anda dengan lagu ‘Iwak Peyek’ yang dipopulerkan oleh Trio Macan. Dalam lagu bernada ceria itu terdapat kalimat, "Iwak Peyek Nasi Jagung." Ternyata nasi jagung bukan hanya ada dalam lirik lagu. Pasalnya nasi jagung adalah makanan khas warga Jawa Timur, khususnya orang Madura. Nasi jagung biasanya dinikmati dengan aneka lauk, seperti urap-urap, ikan asin dan tentu saja peyek atau rempeyak.

Ternyata selain enak dan nikmat, nasi jagung juga termasuk makanan sehat. Pasalnya ada beragam khasiat dalam nasi jagung.

Tahukah Anda, apa saja manfaat mengonsumsi nasi jagung?

Nasi jagung menggunakan bahan dasar beras jagung. Banyak yang beranggapan beras jagung adalah campuran antara beras dan jagung. Anggapan itu salah. Pasalnya beras jagung terbuat dari jagung yang diolah atau digiling hingga menjadi butiran-butiran kecil seukuran beras. Selanjutnya beras jagung itu dimasak atau ditanak hingga menyerupai nasi.

Meski sudah berupa butiran kecil tapi nasi jagung tetap memiliki manfaat tak ubahnya jagung. Salah satu manfaat mengonsumsi nasi jagung adalah untuk mengatasi penyakit diabetes. Jagung adalah bahan pangan yang tinggi kandungan serat. Itulah sebabnya nasi jagung aman bagi penderita diabetes. Pasalnya serat dapat membantu tubuh melepaskan glukosa secara perlahan. Akibatnya gula darah dalam tubuh tidak langsung naik setelah makan nasi jagung.

Bagi penderita diabetes, mengonsumsi nasi jagung dirasa lebih baik daripada nasi putih. Pasalnya gula darah menjadi lebih terkontrol dengan mengonsumsi nasi jagung. Kadar kalori nasi jagung juga lebih rendah dibanding nasi putih. Dalam 100 gram nasi jagung terkandung 140 kalori jauh dibawah nasi putih sebanyak 175 kalori.

Jagung juga mengandung beragam nutrisi, seperti seperti zat besi, vitamin A, vitamin B6, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, folat, fosfor, magnesium, mangan, dan selenium. Itulah sebabnya jagung bisa menjadi sumber asupan nutrisi bagi tubuh. Namun sebaiknya saat mengonsumsi nasi jagung dikombinasikan dengan sumber nutrisi lain seperti sayur, daging, telur, dan sumber protein lainnya.

Manfaat lain dari nasi jagung adalah memperlancar proses pencernaan. Kandungan serat dalam nasi jagung mampu mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit atau susah buang air besar dan wasir. Serat juga dapat merangsang gerak peristaltik yang membantu produksi asam lambung dan empedu.

Nasi jagung juga bisa menjaga kesehatan jantung. Pasalnya nasi jagung mengandung lemak yang mempunyai efek anti aterogenik yang mampu menurunkan risiko gangguan jantung. Nasi jagung juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Akibatnya tekanan dalam darah bisa berkurang dan mencegah terjadinya stroke.

Nasi jagung juga dapat menurunkan risiko serangan kanker. Kandungan serat dalam nasi jagung bisa menghindarkan tubuh dari kanker usus besar. Sedangkan kadungan asam fenolik dan senyawa ferulic dapat mencegah perkembangan kanker payudara dan kanker hati. Selain itu kandungan anthocyanin dalam nasi jagung bisa menangkal efek buruk dari radikal bebas yang kerap menjadi pemicu kanker.

Nasi jagung juga kaya kandungan beta karoten dan vitamin A. Itulah sebabnya nasi jagung juga bermanfaat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh serta kesehatan mata.

Bagi Anda yang belum terbiasa, makan nasi jagung bisa jadi akan terasa aneh. Itulah sebabnya saat pertama kali mengonsumsi nasi jagung disarankan mencampurnya dengan nasi putih. Sehingga lidah bisa lebih mudah menerima. Selain itu saat pertama kali mencoba, jangan langsung dengan porsi banyak. Cobalah dengan porsi sedikit hingga Anda akhirnya terbiasa dengan nasi jagung.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif