Naik Turun Tangga, Cara Murah dan Mudah Cegah Serangan Jantung, Diebetes, dan Osteoporosis
berita
Sumber Foto : thinkstock
24 February 2020 16:50
Watyutink.com – Kesadaran untuk menjaga kesehatan dimasyarakat saat ini semakin meningkat. Itulah sebabnya olah raga dan kegiatan fisik lainnya menjadi aktivitas yang sangat populer. Banyak orang bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam demi untuk ‘berkeringat’ di gym, sanggar senam, atau arena kebugaran lainnya.

Sebenarnya untuk menjadi sehat, tak perlu harus mengeluarkan biaya mahal. Pasalnya ada banyak benda atau alat disekitar kita yang bisa menjadi sarana berolah raga, salah satunya adalah tangga.

Tahukah Anda, apa manfaat tangga untuk meningkatkan kesehatan?

Hampir semua gedung pekantoran memiliki tangga. Terutama gedung atau bangunan bertingkat di kota-kota besar yang jumlah lantainya mencapai lebih dari dua. Tangga tentu saja dibutuhkan untuk mobilitas karyawan di dalamnya.

Adanya tangga ternyata bukan hanya untuk mendukung aktivitas karyawan tapi juga bermanfaat menjaga kesehatan. Sayangnya hal ini jarang disadari. Karywan lebih suka menggunakan lift atau eskalator untuk naik atau turun lantai.

Padahal membiasakan diri naik turun tangga memberikan banyak dampak positif bagi kesehatan. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan setiap orang untuk berolahraga minimal 30 menit per hari. Naik turun tangga mempunyai manfaat yang sama dengan olah raga.

Naik turun tangga juga sangat efektif untuk menjaga kesehatan lantaran tidak membutuhkan waktu dan biaya. Tidak hanya di kantor, menggunakan tangga di pusat perbelanjaan, jembatan penyeberangan, atau tangga di rumah juga bisa untuk menjaga kesehatan.

Penelitian para ahli menunjukkan tangga sangat baik menjaga fungsi organ-organ tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah menguatkan jantung dan paru-paru. Banyak studi membuktikan efek positif kebiasaan naik turun tangga dengan kesehatan jantung. Bahkan, naik turun tangga termasuk dalam latihan kardio yang mampu meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Selain itu aliran darah dan oksigen dalam tubuh menjadi lebih lancar.

Berbagai studi telah membuktikan bahwa kebiasaan naik-turun tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Aktivitas ini termasuk dalam latihan kardio yang dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, sehingga aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi lancar. Orang yang rajin naik turun tangga diyakini terhindar dari serangan jantung dan hipertensi atau darah tinggi.

Menggunakan tangga juga baik untuk kesehatan otot dan tulang. Pasalnya saat naik turun tangga tulang dan otot bergerak aktif, baik otot kaki, paha, lengan, dan punggung. Kepadatan tulang juga bisa semakin baik dengan rutin naik turun tangga. Hal itu menghindarkan tubuh dari penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Kebiasaan naik turun tangga juga baik untuk mengendalikan kadar gula darah. Itulah sebabnya penyakit diabetes atau kencing manis bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana ini. Saat naik turun tangga otot rangka bergerak aktif. Hal ini membuat tubuh mengunakan gula dalam tubuh menjadi energi. Akibatnya kadar gula dalam tubuh menjad lebih stabil.

Selain menjaga stabilnya gula darah, sering naik-turun tangga atau melakukan olahraga rutin juga dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Ini baik untuk mencegah penyakit kardiovaskuler dan stroke. Dalam sebuah studi membuktikan kebiasaan naik turun tangga tiga hingga lima kali tiap pekan menurunkan risiko stroke hingga 30 persen.

Kebiasaan menggunakan tangga juga bermanfaat menjaga kesehatan otak. Orang yang rutin naik turun tangga bisa menunda penuaan otak serta meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Akibatnya orang jadi terhindari penyakit pikun atau mudah lupa.

Naik turun tangga adalah sarana yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Pasalnya naik turun tangga dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak dalam tubuh. Naik turun tangga dapat membakar lemak dengan cepat. Selain itu naik turun tangga bisa meningkatkan stamina agar tubuh selalu fit dan bertenaga.

Namun seperti juga berolah raga, naik turun tangga juga bisa membuat tubuh bekeringat. Itulah sebabnya jangan lupa memperbanyak minum untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Tak ada salahnya minum minuman isotonik guna menggantikan  elektrolit yang hilang dari tubuh.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)