Minyak Kelapa Baik untuk Kesehatan
berita

30 November 2018 14:50
Di masa lalu minyak kelapa digunakan untuk memasak. Namun saat ini perannya digantikan minyak goreng yang terbuat dari kelapa sawit.

Tahukah Anda, ternyata minyak kelapa mengandung banyak manfaat bagi kesehatan.

Manfaat minyak kelapa secara medis memang masih membutuhkan kajian lebih mendalam. Klaim manfaat minyak kelapa hingga kini belum terbukti 100 persen. Tapi penggunaannya kian populer di masyarakat.

Minyak kelapa yang baik adalah yang murni atau virgin coconut oil (VCO), bukan minyak olahan. VCO diekstrak dari kelapa yang masih segar tanpa menggunakan tambahan bahan kimia dan tanpa suhu tinggi. Hal ini bertujuan agar kandungan alaminya, seperti senyawa phenolic, tidak rusak sehingga minyak kelapa murni berfungsi sebagai antioksidan.

Senyawa dalam minyak kelapa seperti asam laurat, kaprilat dan kaprat dapat menjadi penunjang pertumbuhan probiotik di dalam saluran pencernaan dan berfungsi melawan bakteri jahat.

Salah satu efek yang dapat didapatkan pada minyak kelapa yaitu membuat kenyang lebih lama, sehingga dorongan untuk mengonsumsi makanan berlebih atau menyantap camilan akan berkurang. Asam lemak rantai sedang tidak mudah diubah menjadi cadangan lemak, jadi mendorong penurunan berat badan. Itulah sebabnya minyak kelapa baik untuk orang yang sedang diet.

Minyak kelapa juga bermanfaat untuk kesehatan jantung karena kandungan polifenolnya yang dapat mencegah aterosklerosis, yakni pengerasan dinding pembuluh darah akibat menumpuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah. Sehingga risiko penyakit jantung juga pun berkurang. Namun, bagi penderita penyakit jantung, mengkonsumsi minyak kelapa tetap memerlukan konsultasi dengan dokter.

Rantai asam lemak dalam minyak kelapa dipercaya dapat memperbaiki toleransi glukosa dalam tubuh. Minyak kelapa juga dipercaya dapat memperbaiki sensitivitas insulin. Itulah sebabnya minyak kelapa baik untuk penderita diabetes. Namun, tetap atas pengawasan dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?