Minuman Manis Lebih Berbahaya daripada Makanan Manis
berita
Sumber Foto : lifestyle.kompas.com
17 October 2019 08:00
Anda suka minuman manis? Memang nikmat menikmati secangkir teh manis sambil makan kue yang juga manis.

Tapi tahukah Anda, ternyata mengkonsumsi minuman manis ternyata lebih berbahaya dibandingkan makanan manis.

Penelitian yang dilakukan tim dari RS St.Michael's, Kanada menemukan, minuman manis mengandung lebih banyak fruktosa dibandingkan makanan. Akibatnya, efek yang ditimbulkan pun lebih berbahaya terutama pada peningkatan kadar gula darah.

Fruktosa adalah gula alami yang terdapat dalam makanan, seperti buah dan sayuran, dan madu. Seringkali fruktosa juga ditambahkan dalam makanan dan minuman seperti kue, soft drink, sereal, dan sebagainya bisanya berupa gula pasir, gula halus, atau sirup jagung.

Namun ternyata fruktosa mempunyai efek negatif. Pasalnya minuman yang diberi gula tambahan dapat meningkatkan risiko diabetes. Itu sebabnya kita sebaiknya mulai membatasi asupannya. Namun fruktosa alami pada buah dan sayur diyakini baik dikonsumsi.

Salah satu efek negatif penggunaan fruktosa berlebihan adalah kegemukan. Fruktosa diketahui dapat merangsang produksi sel lemak. Sebaliknya fruktosa tidak merangsang produksi hormon leptin yang bertugas mengatur asupan dan pengeluaran energi.

Jika seseorang kelebihan fruktosa dikhawatirkan terjadi penumpukan lema. Fruktosa berlebih menimbulkan efek yang sama dengan orang yang kelebihan makanan berlemak.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Eko Listiyanto

Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas