Meski Sehat, Menjadi Vegetarian Tetap Ada Efek Negatifnya
berita
Sumber Foto : msn.com
10 September 2019 17:10
Watyutink.com – Saat ini kesadaran akan hidup sehat dikalangan milenial semakin meningkat. Keinginan untuk meninggalkan bahan-bahan makanan yang dirasa merugikan kesehatan tubuh pun semakin terasa. Salah satunya dengan menganut pola makan ala vegetarian, yakni gaya hidup yang hanya mengonsumsi buah dan sayur. Para vegetarian sangat menghindari memakan daging-dagingan serta makanan yang mengandung unsur hewani.

Tapi, tahukah Anda, menjadi vegetarian benar-benar menyehatkan atau tidak sih?

Dari segi kesehatan, menjadi vegetarian memang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Pasalnya buah dan sayur mengandung banyak mineral, vitamin dan nutrusi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu kandungan serat yang sangat tinggi pada buah dan sayuran diyakini memberikan efek baik pada kesehatan.

Di sisi lain mengonsumsi daging dan makanan yang mengandung unsur hewani diyakini dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskuler. Itulah sebabnya daging merah harus dihindari.

Selama ini ada empat tipe vegertarian, yakni  lacto-ovo vegetarian, yakni mereka yang tidak mengonsumsi daging dan ikan tapi masih mengonsumsi telur dan produk susu. Tipe kedua adalah lacto vegeratrian, yakni mereka vegetarian yang masih mengonsumsi produk susu tapi menghindri telur, daging, dan ikan.

Tipe ketiga adalah ovo vegetarian yang masih mengkonsumsi telur tetapi tidak mengkonsumsi produk susu, daging, dan ikan. Tipe terakhir adalah vegan yang sama sekali tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan seperti telur, produk susu, daging, dan ikan

Meski menyehatkan, namun menjadi vegetarian tetap mempunyai risiko dan dampak negatif. Salah satunya kemungkinan mengalami kekurangan protein lantaran sama sekali tidak mengonsumsi daging. Seorang vegetarian sebaiknya memperbanyak konsumsi protein nabati yang bisa diperoleh dari tahu, tempe, buncis, kacang-kacangan.

Vegetarian juga berpotensi kekurangan vitamin B12. Pasalnya nutrisi ini tidak terdapat dalam buah dan sayuran. Vitamin B12 hanya terkandung dalam daging. Kekurangan vitamin B12 bisa menganggu sistem syaraf dan sintetis DNA. Selain itu, kekurangan vitamin B12  juga bisa menyebabkan anemia.

Itulah sebabnya seorang vegetrian sebaiknya mencari asupan vitamin B12 dari sumber-sumber lain. Belilah produk vegan yang diperkaya dengan vitamin B12.

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk tidak bergaya hidup vegetarian. Pasalnya janin sangat membutuhkan asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin D, zat besi, kalsium, riboflavin, dan mineral lainnya. Beberapa mineral tersebut hanya bisa diperoleh dari mengonsumsi daging atau bahan makanan hewani lainnya.

Selain tiga hal di atas, menjadi vegetarian juga akan menyulitkan Anda saat makan di luar rumah. Pasalnya saat ini belum banyak rumah makan yang mengkhususkan diri untuk kaum vegetarian. Seorang vegetarian bisa saja meminta restoran itu menyiapkan hidangan khusus untuk mereka. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998