Meski Bau, Jengkol Baik untuk Kesehatan, Cegah Anemia, Diabetes, Penyakit Jantung dan Bayi Lahir Cacat
berita
Buah Jengkol
18 September 2020 17:42
Watyutink.com - Banyak orang yang menghindari mengkonsumsi jengkol. Alasan yang sering dikemukakan adalah karena bau tidak sedap yang sering muncul setelah mengonsumsi jengkol.

Padahal sejatinya di balik bau tidak sedap yang ditimbulkannya, jengkol sangat baik bagi kesehatan. Pasalnya jengkol kaya akan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat jengkol untuk kesehatan?

Jengkol atau Archidendron Pauciflorum ini adalah jenis tumbuhan polong-polongan yang banyak diolah menjadi makanan tradisional Indonesia. Meski menimbulkan bau yang tidak sedap, ternyata mengkonsumsi jengkol bermanfaat untuk kesehatan.

Jengkol diketahui mengandung aneka nutrisi, seperti protein, zat besi, kalsium, fosfor, karbohidrat, alkaloid, steroid, glikosida, tanin, saponin, serat, dan minyak astiri. Jengkol juga mengandung Vitamin A, B, dan C.

Itulah sebabnya jengkol sangat baik dikonsumsi, salah satunya untuk menjaga kesehatan jantung. Jengkol diketahui bersifat antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikan bebas dan racun dalam tubuh. Jengkol juga mampu melancarkan peredaran darah sehingga berguna bagi kesehatan jantung.

Jengkol juga sangat baik dikonsumsi penderita diabetes atau penyakit kencing manis. Pasalnya senyawa aktif dalam jengkol mampu mengontrol kadar gula dalam darah tetap normal. Sehingga berguna dalam menyeimbangkan kadar gula dalam darah. Hal ini sangat baik bagi penderita diabetes.

Bagi Anda yang mempunyai masalah berat badan, jengkol bisa menjadi pilihan. Kandungan serat dalam jengkol berguna untuk menutunkan berat badan dan mengatasi perut buncit. Jengkol juga mampu mempercepat proses pembakaran energi dalam tubuh sehingga mencegah munculnya timbunan lemak dalam tubuh.

Sedangkan kandungan zat besi dalam jengkol berguna untuk mencegah anemia atau penyakit kurang darah. Selain itu zat besi bisa membantu meningkatkan stamina tubuh yang penting untuk aktivitas sehari-hari.

Jengkol juga baik untuk ibu hamil dan janin. Kandungan asam folat, vitamin B6 dan kalsium dalam jengkol berguna dalam mendukung pembentukan organ janin. Itulah sebabnya mengonsumsi jengkol bisa mencegah bayi lahir cacat.

maupun kalsium dalam jengkol diketahui sangat baik untuk ibu hamil dan janin, terutama dalam mendukung pembntukan organ janin selama dalam kandungan sekaligus untuk mencegah terjadinya cacat saat lahir.

Meski bermanfaat, tapi mengkonsumsi jengkol juga mempunyai efek samping, yaitu susah buang air kecil atau yang disebut kejengkolan. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF