Mengulik Fakta di Balik Penetapan Hari Toilet Sedunia 19 November
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
19 November 2019 16:17
Watyutink.com – Tidak banyak yang tahu, jika tanggal 19 November ditetapkan sebagai Hari Toilet Sedunia atau World Toilet Day (WTD). WTD yang digagas oleh World Toilet Organization ini merupakan sebuah kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi. WTD resmi ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai hari internasional PBB pada 19 November 2003 silam.

Tujuan PBB meresmikan WTD secara khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di dunia akan pentingnya toilet yang mudah diakses dan perannya dalam meningkatkan kebersihan juga kesehatan di seluruh dunia. Selain itu, juga meningkatkan kesadaran akan hak setiap manusia untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi yang sehat.

Baca Juga

Bukan tanpa alasan PBB meresmikan WTD, mengingat dampak dari sanitasi yang buruk dapat mempengaruhi kualitas hidup, kesejahteraan individu secara umum dan berbahaya untuk keselamatan kerja. Ada sekitar 2,4 miliar penduduk yang hidup dengan sanitasi yang buruk dan harus menderita penyakit akibat penyebaran kuman dan bakteri yangberasal dari sanitasi yang buruk.

Faktanya, sebanyak 58 persen kasus diare disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan air yang tidak bersih. Penyakit diare merupakan penyebab kematian nomor dua diantara anak-anak dan balita, yang sepenuhnya bisa dicegah dengan akses sanitasi yang layak dan air bersih.

Tanpa disadari, akses sanitasi yang baik mampu menurunkan tingkat kematian sebesar lima hingga 20 persen. Hal ini dikarenakan dengan sanitasi yang baik mampu menurunkan tingkat penyebaran kuman dan bakteri seperti diare, schistosomiasis, serta malagizi. Penyediaan sanitasi yang baik mampu menurunkan tingkat penyebaran penyakit hingga dua persen. Selain itu, sanitasi yang baik mampu menurunkan tingkat diare pada anak-anak tujuh hingga 17 persen.

Mirisnya, meskipun tergolong sangat penting, namun hingga saat ini lebih banyak orang di dunia memiliki akses untuk ponsel ketimbang toilet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan PBB, diketahui tujuh miliar orang di dunia memiliki akses terhadap ponsel. Lebih kecil dari itu hanya 4,5 miliar orang yang memiliki akses ke toilet, 2,5 miliar orang tidak mendapatkan sanitasi yang layak, serta 1,1 miliar harus buang air di tempat terbuka. Hal ini dinyatakan oleh PBB sebagai krisis global.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir