Mengenal Thibbun Nabawi, Metode Pengobatan Islam dengan 3 Bahan Utama Alami
berita

01 April 2021 19:30
Watyutink.com - Selama ini kita mengenal pengobatan herbal selain dari dalam negeri berasal dari China dan India. Kedua negara itu memang dikenal kaya akan cara pengobatan mengginakan bahan-bahan alami. Sejatinya pengobatan herbal bukan hanya dari kedua negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu.

Ilmu pengobatan juga sudah lama dikenal dalam dunia Islam. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ilmuan muslim yang mendalami ilmu kesehatan. Bahkan salah seorang ilmuan Islam bernama Ibnu Sina atau Avicena, dikenal sebagai ‘bapak kedokteran modern’.

Salah satu peninggalan berharga mereka adalah Thibbun Nabawi, yakni metode pengobatan Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan selanjutnya dikembangkan oleh para dokter muslim di abad ke 13.

Pengobatan dengan metode Thibbun Nabawi menggunkaan tiga bahan herbal utama yang diyakini mempunyai khasiat dahsyat untuk menjaga kesehatan manusia.

Tahukah Anda, apakah ketiga bahan yang termasuk dalam Thibbun Nabawi itu?

Bahan pertama yang sering disebut dalam pengobatan Islam adalah habbatussauda  atau jinten hitam. Obat herbal yang juga bernama syuwainiz disebut dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW. Setelah diteliti, biji habbatussauda ternyata mengandung mengandung 40 persen minyak takasiri dan 1,4 persen minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. Selain itu terdapat kandungan aktif thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY).

Mengkonsumsi jinten hitam secara rutin diyakini dapat membantu menyembuhkan penyakit batu ginjal, batu kandung kemih, dan memperlancar buang air seni. Selain itu juga bisa mengobati sasak nafas dan sakit gigi. Bagi wanita, jinten hitam dapat memperlancar air susu ibu (ASI) dan haid.

Selain habbatussauda, yang juga termasuk dalam thibbun nabawi adalah madu. Tidak ada yang meragukan khasiat madu untuk kesehatan. Madu memiliki kalori gula dan dapat menyerap lemak dengan baik. Madu memiliki kandungan gizi, mineral dan vitamin yang melimpah.

Madu juga memiliki kandungan nutrasetikal yang efektif mengeluarkan radikal bebas dari dalam tubuh. Kandungan flavonoid dalam madu bisa berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker.  Sedangkan kombinasi fruktosa dan glukosa dalam madu dapat membantu tubuh mengatur kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penyandang diabetes.

Madu juga mampu menyehatkan sistem pencernaan.  Madu dapat melindungi kolon atau usus besar dari luka akibat asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung  atau maag. Madu mampu melemahkan bakteri pylori yang jadi penyebab tukak lambung. Selain beberapa manfaat tersebut madu diyakini masih mempunyai banyak manfaat yang menyehatkan tubuh.

Bahan ketiga yang termasuk dalam thibbun nabawi adalah minyak zaitun.  Bahan herbal yang juga dikenal dengan nama olive oil ini dapat mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat. Selain itu dapat mengurangi resiko penyumbatan dan penebalan pembuluh darah.

Minyak zaitun juga dapat melindungi tubuh dari serangan kanker. Mengkonsumsi satu sendok makan minyak zaitun dapat menurunkan resiko kanker payudara hingga 45 persen dan kanker rahim hingga 25 persen. Kombinasi antara minyak zaitun dan buah serta sayut dapat melindungi tubuh dari kanker kolon atau usus besar serta mengurangi resiko kanker lambung.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI