Mengenal Penyakit Autoimun, Saat Tubuh Serang Dirinya Sendiri
berita
Sumber Foto : tribunnewswiki.com
27 November 2019 16:20
Watyutink.com – Bebarapa saat terakhir publik dikejutkan dengan adanya penyakit bernama autoimun. Penyakit ini semakin dikenal lantaran menyerang beberapa pesohor di Tanah Air. Diantaranya, Ashanty, Raditya Dika, Qory Sandioriva, Indadari Mindrayanti, dan Ega Olivia. Meski demikian masih banyak orang yang belum memahami apakah penyakit autoimun.

Tahukah Anda, apa itu penyakit autoimun?

Autoimun adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal sistem kekebalan tubuh akan menjaga seseorang dari serangan berbagai penyebab penyakit, seperti organisme asing, bakteri, dan virus. Pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang tubuh itu sendiri. Pasalnya sistem kekebalan tubuh melihat sel yang sehat sebagai organisme asing. Sehingga sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi yang menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Healthline, sebuah media kesehatan yang terbit di San Francisco, Amerika Serikat menuliskan penyakit autoimun bisa menyerang siapa saja. Namun dari sebuat studi terbukti perempuan lebih banyak terserang autoimun daripada laki-laki dengan perbandingan 6,4 persen banding 2,7 persen. Umumnya autoimun menyerang wanita berusia 15 hingga 44 tahun.

Hingga saat ini belum bisa menentukan dengan pasti penyebab penyakit autoimun. Namun para ahli kesehatan menyebut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit autoimun, seperti etnis dan gender. Penyakit autoimun umumnya menyerang orang wanita dari etnis Eropa, Amerika, dan Afrika.

Lingkungan juga mempengaruhi penyakit autoimun. Cahaya matahari, bahan kimia, infeksi virus dan bakteri, bisa memperbesar kemungkinan seseorang terserang penyakit autoimun. Hal serupa jika ada seseorang yang terserang autoimun maka anggota keluarganya yang lain juga rentan terserang penyakit yang sama.

Seringkali penderita autoimun mengalami gejala awal seperti kelelahan, pegal otot, rambut rontok dan  ruam kulit. Selain itu penderita juga mengalami demam, tangan dan kaki kesemutan serta sulit berkonsentrasi.

Sebenarnya menurut para ahli terdapat 80 penyakit yang termasuk autoimun, namun ada lima yang paling sering dialami, yakni diabetes mellitus tipe-1, rheumatoid arthritis, dan psoriasis atau radang sendi. Kedua penyakit tersebut menyebabkan sakit dan kaku pada persendian.

Selain itu ada pula penyakit multiple sclerosis yang menyerang sistem saraf pusat dan penyakit lupus yang menyebabkan kerusakan pada kulit, persendian, ginjal, jantung, dan otak.

Hingga saat ini belum ditemukan cara untuk menyembuhkan penyakit autoimun. Obat-obatan yang ada, seperti kortikosteroid, dexamethasone, infliximam dan obat jenis anti tumor necrosis factor alpha (TNF) hanya berfungsi menekan sistem kekbalan tubuh. Selain itu obat-obat terserbut digunakan untuk mencegah peradangan yang kerap terjadi.

Itulah sebabnya mencegah penyakit autoimun sangat diperlukan. Salah satunya dengan mengonsumsi ramuan-ramuan alami yang dipercaya bisa mengatasi penyakit autoimun. Pakar pengobatan herbal dr Zaidul Akbar mengatakan serai, madu, dan jeruk nipis bisa menjadi obat autoimun.

Cara membuat ramuan tersebut sangat mudah. Ambil dua batang serai atau sereh rebus dalam segelas air. Setelah mendidih hangatkan campur dengan madu dan air perasan jeruk nipis. Jika rutin diminum, penyakit autoimun akan reda. Zaidul juga menyarankan penderita autoimun rajin berpuasa dan menghindari makanan-makanan yang tidak sehat.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir