Mengenal Lupus, Penyakit Seribu Wajah Akibat Kelebihan Sistem Imun
berita
Sumber foto : grid.id
11 October 2019 17:00
Watyutink.com – Mungkin Anda pernah mendengar nama Lupus. Namun, ini bukan nama  tokoh yang menjadi idola anak muda diera 80’an. Namun lupus kali ini nama sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya penyakit lupus dapat menyerang berbagai bagian dan organ tubuh seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang. Terlebih hingga saat ini penyakit ini belum ada obatnya.

Tahukah Anda, apa dan bagaimana penyakit Lupus?

Lupus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Pada kondisi normal, sistem imun dalam tubuh manusia berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi. Namun pada penderita lupus, sistem imun justru menyerang tubuhnya sendiri.

Lupus tergolong dalam penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, sel darah, otak, dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, organg-organ tubuh tersebut akan mengalami peradangan dan kerusakan.

Hingga saat ini para ahli masih belum bisa menentukan secara pasti penyebab penyakit lupus. Namun sejauh ini lupus diketahui lebih banyak menyerang wanita dibandingkan laki-laki. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Beberapa hal yang juga menjadi penyebab penyakit ini adalah paparan sinar matahari yang dapat memicu respon bagian tubuh tertentu, terutama pada orang yang rentan dengan lupus. Infeksi yang menyebabkan kambuhnya beberapa penyakit juga bisa memicu lupus.  

Lupus ditandai dengan beberapa gejala yang hampir sama dengan penyakit lain. Itulah sebabnya penyakit lupus kerap disebut sebagai ‘penyakit seribu wajah.’ Akibatnya orang sering tidak menyadari dirinya terserang penyakit lupus. American College of Rheumatology merangkum beberapa gejala penyakit lupus, seperti sendi terasa nyeri dan bengkak, serta mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh bahkan hingga berbulan-bulan.

Selain itu dalam urin terdapat darah atau protein (proteinuria). Sedangka di permukaan kulit muncul ruam-ruam. Kondisi ini kerap disertai rambut rontok, demam, kejang, dada terasa sakit dan sulit bernafas. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Lupus diketahui adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan. Namun penderita penyakit lupus tetap bisa hidup dengan normal. Meski demikian ada beberap hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah munculnya komplikasi. Hal yang perlu dilakukan adalah rutin berolah raga. Penderita lupus rentang mengalami gangguan sendi dan tulang. Rutin berolah raga diyakini dapat menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Penderita lupus juga harus beristirahat dengan cukup dan menghindari stres. Pasalnya stres akan membuat gejala lupus semakin parah. Selain itu penderita lupus harus menghindari aktivitas yang terlalu berat. Jika sudah merasa letih, penderita lupus harus segera beristirahat.  

Penderita lupus sangat dianjurkan menghindari paparan sinar matahari. Dikhawatirkan sinar matahari akan memperburuk ruam kulit yang sering muncul. Kalau pun terpaksa keluar di siang hari gunakan tabir surya untuk melindungi kulit.

Merokok adalah hal terlarang bagi penderita lupus. Pasalnya rokok akan membuat penyakit ini bertambah parah. Selain itu rokok juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan pneumonia.

Penderita lupus juga disarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menimulkan komplikasi, seperti makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi. Itulah sebabnya penderita lupus harus menghindari gorengan, fast food, lemak, kulit ayam, dan jeroan.

Makanan dengan kadar natrium tinggi juga harus dihindari. Natrium atau garam diyakini dapat memicu penyakit jantung. Dalam kondisi parah, natrium bahkan bisa menimbulkan gagal jantung. Selain itu penderita lupus juga sebaiknya menghindari bawang lantaran bisa berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.

Bawang diketahui mampu meningkatkan jumlah sel darah putih yang menjadi sel utama dalam sistem kekebalan atau imun tubuh.  Semakin banyak sel darah putih maka semakin kuat sistem imun. Tentu, hal ini akan sangat merugikan bagi penderita lupus.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif