Mengenal Kebiri, Hukuman bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Indonesia
berita
Sumber Foto : hipwee.com
26 August 2019 16:25
Watyutink.com – Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur telah menjatuhkan hukuman kebiri kimia kepada Muhammad Aris. Hukuman ini dijatuhkan setelah Aris terbukti melakukan pemerkosaan terhadap sembilan anak di bawah umur. Selain itu pengadilan juga menghukum Aris 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.

Hukuman kebiri masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya hukuman ini belum pernah dilakukan di Indonesia. Aris adalah orang pertama yang menerima vonis tersebut. Hukuman ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan seksual, khususnya terhadap anak-anak.

Tahukah Anda, apa itu hukuman kebiri?

Kebiri adalah proses yang dilakukan terhadap pria untuk menghilangkan fungsi testisnya. Akibatnya pria tersebut akan kehilangan libido atau nafsu seksual dan menjadi mandul. Kebiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni secara fisik dan kimia.

Kebiri fisik adalah tindakan yang dilakukan dengan cara mengamputasi organ seks pria. Akibatnya pria tersebut akan kekurangan horman tetosteron yang mengakibatkan menurunnya dorongan seksual. Kebiri fisik dilakukan dengan cara pembedahan dan menimbulkan efek permanen.

Sedangkan kebiri kimia tidak dilakukan dengan mengamputasi testis melainkan dengan memasukkan zat antiandrogen ke tubuh seseorang yang mengakibatkan produksi hormon testosteron berkurang. Hasil akhir dari kedua jenis kebiri tersebut sama, yakni hilangnya hasrat seksual atau libido. Namun efek dari kebiri kimia hanya bersifat sementara

Meski demikian, kebiri kimia menimbulkan beberapa efek negatif pada tubuh pelaku, seperti penuaan dini. Selain itu zat antiandrogen dapat mengurangi kepadatan tulang. Sehingga orang yang dikebiri sangat berisiko terserang osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Selain itu zat antiandrogen juga dapat mengurangi massa otot yang menyebabkan terjadinya penumpukan lemak. Pada akhirnya hal ini akan mengakibatkan pelaku terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Pelaksanaan hukuman kebiri kimia yang akan diterapkan di Indonesia mengundang beragam komentar dari masyarakat. Sebagain menganggap hukuman tersebut kurang berat. Pasalnya efek yang ditimbulkan dari kebiri kimia hanya sementara.

Banyak yang menyarankan pelaku kekerasan seksual dijatuhi hukuman kebiri fisik yang bersifat permanen. Namun banyak pula yang meminta pengadilan menjatuhkan hukuman lebih berat, seperti hukuman mati.

Hukuman kebiri sejatinya adalah hukuman tambahan yang memperberat vonis yang dijatuhkan pengadilan, seperti hukuman penjara seumur hidup, 20 tahun atau minimal 10 tahun. Terutama jika korban mengalami luka berat, gangguan jiwa, atau hingga mengakibatkan meninggal dunia. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998