Mengenal Kanker Nasofaring, Penyakit yang Menyerang Ustad Arifin Ilham
berita
Sumber Foto : today.line.me
08 January 2019 17:10
Watyutink.com - Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kabar sakitnya penceramah Ustad Arifin Ilham. Pimpinan yayasan pesantren Adz-Dzikra, Sentul, Bogor ini dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta sejak Senin (7/1/2019). Meski belum diketahui sakit apa, namun banyak pihak mengatakan Ustad Arifin Ilham terserang kanker nasofaring.

Tahukah Anda, apakah kanker nasofaring itu?

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang menyerang area nasofaring, yaitu area bagian atas tenggorokan, di belakang hidung. Ketika kita bernafas melalui hidung, udara akan masuk melalui hidung ke tenggorokan dan nasofaring, lalu masuk ke paru-paru.

Penyakit ini tergolong langka. American Cancer Society menyebut penyakit ini  hanya satu dari 100 ribu kasus per tahun di dunia. Umumnya terjadi di Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker nasofaring. Namun kanker nasofaring berkaitan erat dengan virus Epstein-Barr. Meski tidak semua orang yang menderita infeksi virus Epstein-Barr akan mengalami kanker nasofaring. Pasalnya hingga kini para ahli masih meneliti kaitan antara virus Epstein-Barr dengan kanker nasofaring.

Kanker nasofaring ditandai dengan gejala seperti adanya benjolan di leher. Inilah gejala yang paling sering terjadi. Selain itu penglihatan menjad buram dan disertai infeksi telinga berulang dan nyeri kepala terutama area wajah.

Kanker nasofaring juga ditandai dengan berkurangnya pendengaran, tinnitus  atau telinga berdenging  dan terasa penuh. Selanjutnya seseorang yang terindikasi terkena kanker nasofaring akan mengalami kesulitan membuka mulut, mimisan, hidung terasa penuh, dan sakit tenggorokan hingga sulit menelan.

Meski belum tentu terkena kanker nasofaring, tapi jika mengalami gejala-gejela tersebut sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Belajar dari apa yang dialami Ustaz Arifin Ilham maka deteksi dan pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penyebaran kanker lebih lanjut.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?