Mengenal Empedu, Organ Tubuh yang Kecil Ukurannya tapi Besar Fungsinya
berita

06 August 2020 16:10
Watyutink.com – Kita sering mendengar tentang adanya organ tubuh bernama empedu. Namun sayangnya banyak dari kita yang tidak memahami apa fungsi empedu. Akibatnya kita kerap melakukan perbuatan yang berisiko mengganggu fungsi dan kerja empedu. Padahal fungsi empedu bagi kesehatan sangat penting. Sedikit saja gangguan pada organ tubuh ini dipastikan akan menimbukan masalah kesehatan. Jika tidak segera ditangani bisa jadi akan mengundang masalah yang lebih besar.

Tahukah Anda, apa saja fungsi empedu?

Kantong empedu adalah organ tubuh kecil yang terletak di bawah hati dan berada diarea perut bagian tengah. Empedu mempunyai fugnsi yang sangat penting, terutama dalam sistem pencernaan dan ekskresi atau pembuangan zat-zat sisa metabolisme dari tubuh.

Fungsi empedu secara umum tugas empedu adalah membantu proses penyerapan lemak dalam tubuh. Selain iitu empedu bertugas membantu kerja hati atau liver dalam sistem ekskresi. Sisa metabolisme tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk cair maupun gas.

Empedu bertugas menetralkan asam lambung dan membantu enzim pencernaan bekerja dengan baik. Enzim pencernaan berperan sangat penting dalam kerja usus halus menyerap makanan. Jika makanan yang masuk terlalu asam akan menimbulkan akibat yang tidak baik. Di sinilah kerja empedu yang membuat asam lambung menjadi lebih netral dan bisa diserap dengan baik oleh usus.

Empedu juga bermanfaat untuk mengencerkan lemak. Seperti diketahui, 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Padahal air dan lemak sangat sulit disatukan. Hal ini tentu saja menyulitkan tubuh yang akan menyerap lemak. Untuk bisa menyatukan atau mencapur lemak dan air diperlukan bantuan zat pengemulsi yang dimiliki asam empedu. Itulah sebabnya empedu berperan sangat penting dalam penyerapan lemak di dalam tubuh, khususnya usus halus.

Empedu juga berfungsi membantu kerja emzim lipase yang diproduksi pankreas. Enzim lipase berfungsi membuat lemak lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Kekurangan asupan enzim lipase dipastikan akan menimbulkan gangguan pencernaan.

Empedu juga berfungsi sebagai bakterisida atau penyaring bakteri. Itulah sebabnya empedu sangat berperan dalam peningkatan fungsi sistem imun atau kekebalan tubuh. Kita seringkali tidak menyadari dalam setiap makanan yang kita konsumsi terdapat sangat banyak mikroba. Fungsi empedu adalah memastikan mikroba yang masuk adalah yang bermanfaat dan berguna bagi tubuh. Sedangkan mikroba yang merugikan akan disaring dan dikeluarkan dari tubuh.

Kantong empedu juga bertugas memperoduksi dan menyimpan cairan empedu yang befungsi mencerna zat-zat racun, salah satunya adalah kolesterol. Jika kolesterol yang dicerna terlalu banyak akan terbentuk endapan. Semakin lama endapan tersebut akan mengeras dan menjadi batu. Jika masih dalam katagori ringan, penyakit batu empedu atau kolelitasis tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Namun jika sudah dalam katagori berat, terutama jika sudah menyumbut saluran empedu, mau tak mau harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Penyakit batu empedu biasanya ditandai dengan nyeri di perut bagian tengah atau kanan atas. Kondisi tersebut juga kerap disertai dengan mual, muntah, hilang nafsu makan, urine berwarna gelap, sakit maag, dan diare. Jika sakt perut seperti itu terjadi lebih dari delapan jam, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Terutama jika sudah disertai gejala demam, menggigil, mata dan kulit berwarna kuning.

Itulah sebabnya penting bagi kita selalu menjaga kesehatan organ empedu. Kita bisa memanfaatkan bahan alami yang terdapat di sekitar dan mudah ditemui. Diantaranya adalah serai atau sereh, daun mint, dan mentimun.

Ambil tiga batang serai, rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih biarkan sampai hangat. Tambahkan madu untuk memperkaya rasa dan minum selagi hangat.

Bisa juga dengan menggunakan mentimun sangat baik mengusir kandungan lemak dalam tubuh, termasuk yang bersarang di dalam empedu. Blender satu atau dua butir mentimun sampai menjadi jus. Minum secara rutin dua kali sehari. Jika dilakukan rutin selama 10 hari jus mentimun bisa mengeluarkan batu empedu.

Air rebusan daun mint juga bisa menjadi alteranatif mengatasi batu empedu. Caranya, rebus air hingga mendidih. Masukkan beberapa lembat daun mint, biarkan sesaat. Setelah itu saring dan minum air tersebut selagi hangat.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF