Mengenal Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasainya
berita
Sumber Foto : istimewa
28 June 2021 16:20
Watyutink.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 sampai saat ini masih melanda tanah air. Bukannya mereda, pandemi yang sudah menyerang Indonesia sejak awal 2020 itu justru kian mengganas. Bahkan kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah melebihi angka 2 juta orang.

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang kian menggila itu, pemerintah melakukan berbagai cara guna mengatasinya. Salah satunya dengan semakin menggencarkan program vaksinasi Covid-19. Saat ini target yang ditetapkan sebanyak 700 ribu orang setiap hari. Bulan depan target tersebut dinaikkan menjadi 1 juta penerima vaksin per hari.

Namun ditengah upaya pemerintah melakukan vaksinasi, ada saja orang yang menolaknys. Mereka berdalih takut terhadap efek samping setelah menerima suntikan vaksin. Padahal sejatinya efek samping vaksin bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Bahkan efek samping itu bisa diatasi dengan cara mudah.

Tahukah Anda, bagaimana mengatasi efek samping vaksin Covid-19?

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia adalah Sinovac dan AstraZeneca. Keduanya sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta memiliki tingkat efikasi di atas syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Nadia menyatakan munculnya efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari kedua jenis vaksin itu adalah hal lumrah. Itu sebabnya dr Nadia menuturkan pemerintah juga menyediakan fasilitas guna menangani efek samping vaksin Covid-19. Masyarakat tidak dipungut biaya atas layanan tersebut dengan syarat menjadi peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Terkait apa saja efek samping yang bisa muncul setelah seseorang disuntik vaksin, Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, untuk vaksin Sinovac biasanya akan menyebabkan efek samping lokal berupa nyeri, indurasi atau iritasi, memerahan, dan pembengkakan. Sedangkan efek samping sistemik yang terjadi adalah myalgia atau nyeri otot, fatigue atau kelelahan, dan demam. Penny menegaskan efek samping tersebut tidak berbahaya dan bisa pulih dengan sendirinya.

Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca, menurut Penny akan menimbulkan efek samping lokal seperti bengkak di lengan dan kemerahan. Beberapa orang juga mengalami nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan. Selain itu juga merasa tidak enak badan, menggigil atau demam, sakit kepala, mual, serta nyeri sendi atau nyeri otot.

Selain itu juga bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan, muntah atau diare, radang tenggorokan, pilek dan batuk. Beberapa orang juga merasakan nafsu makan menurun, sakit perut, kelenjar getah bening membesar, keringat berlebih, kulit gatal atau ruam.

Soal adanya efek samping berupa pembekuan darah, BPOM menyatakan kondisi itu hanya terjadi pada vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang sudah dihentikan penggunaannya. BPOM memastikan vaksin yang saat ini digunakan aman dan memenuhi syarat mutu vaksin. Itulah sebabnya masyarakat tidak perlu takut melakukan vaksinasi.

Sementara itu dilansir dari situs Covid19.co.id, beberapa cara sederhana bisa dilakuka untuk mengatasi efek samping vaksin Covid-19, yakni kompres dengan air dingin di area suntikan jika terasa nyeri atau bengkak atau kemerahan.

Jika demam, bisa dengan kompres atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih, dan istirahat, serta minum obat penurun demam, seperti aspirin, ibuprofen, atau antihistamin bila perlu untuk mengatasi efek samping vaksin. Gunakan pakaian longgar agar tubuh merasa nyaman, sirkulasi udara pun terjaga saat tubuh mudah berkeringat karena demam.

Jika terjadi efek samping suntik Covid-19 atau KIPI yang lebih berat dari biasanya, catat reaksi atau keluhan yang dialami dan laporkan pada petugas atau fasilitas layanan kesehatan, kontak yang tertera pada kartu vaksinasi. Ikuti petunjuk yang telah diberikan oleh petugas.

Masyarakat bisa mengklik situs  https://keamananvaksin.kemkes.go.id guna melaporkan adanya KIPI atau efek samping Covid-19.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF