Mengenal Biduran, Alergi Kulit yang Sebabkan Liburan di Puncak Terasa Tidak Nyaman
berita

06 February 2020 16:20
Watyutink.com – Kebanyakan orang menyukai udara sejuk. Itulah sebabnya di banyak kota, tempat wisata berudara dingin selalu ramai dikunjungi orang, salah satunya adalah kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Warga Jakarta dan sekitarnya merasa mengunjungi Pucak yang berhawa sejuk dan dingin bisa membuat badan dan pikiran segar setelah sepekan disibukkan dengan aktivitas sehari-hari.

Namun, tidak semua orang bisa berada di tempat dengan suhu udara dingin. Ada sebagian orang yang justru menderita gangguan kesehatan jika berada di udara dingin. Gangguan yang kerap disebut biduran ini, membuat kulit ruam dan terasa gatal.

Tahukah Anda, apa penyebab biduran atau alergi dingin dan bagaimana mengatasinya?

Biduran adalah masalah kesehatan kulit yang sering terjadi. Penyebab biduran bermacam-macam bukan hanya udara dingin, tapi juga gigitan serangga, efek samping obat, infeksi bahkan stres. Biduran juga sering dikaitkan dengan alergi.

Khusus untuk biduran karena suhu dingin, biasanya sering ditandai dengan munculnya bentol dan rasa gatal pada kulit. Meski tidak berbahaya, tapi biduran akan terasa sangan mengganggu. Pasalnya kondisi ini akan berlangsung selama beberapa menit saat kulit terkena suhu udara dingin.

Biduran atau alergi dingin biasanya terjadi karena tubuh melepaskan zat kimia histamin saat terkena suhu dingin. Zat histamin inilah yang sering menimbulkan reaksi alergi berupa gatal, ruam, dan bentol pada kulit. Para ahli belum bisa menentikan secara pasti mengapa udara bisa menimbulkan reaksi alergi. Namun kulit sensitif disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebabnya.

Selain itu faktor usia juga bisa menjadi penyebab biduran. Pasalnya biduran bisanya terjadi pada usia remaja saat beranjak dewasa. Pada beberapa orang biduran akan hilang dengan sendirinya. Namun ada pula yang harus diatasi menggunakan obat antialergi. Bisasanya saat dewasa biduran akan sembuh dengan sendirinya.

Seseorang bisa juga mengalami biduran lantaran faktor keturunan. Biasanya anak-anak yang menderita biduran, orang tuanya dulu juga menderita alergi serupa. Riwayat menderita beberapa penyakit juga bisa menjadi penyebab biduran, seperti hepatitis, kanker, dan infeksi.

Selain mengalami ruam, gatal, dan bentol pada kulit, biduran terkadang juga disertai beberapa kondisi seperti, pusing, sakit kepala, sesak nafas, lemas dan bengkak di area mulut dan mata. Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya segera minum obat atau menghubungi dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut. Pasalnya kondisi-kondisi tersebut menunjukkan alergi yang dialami sudah parah.

Cara terbaik mengatasi alergi dingin adalah dengan menghindri pemicunya, yakni udara dingin. Namun penderita biduran bisanya mengonsumsi obat-obatan untuk menghindarinya, terutama jika terpaksa harus beraktivitas di udara dingin.

Obat yang biasa dipakai adalah jenis antihistamin yang berguna meredakan gejala alergi, seperti cetirizine, loratadine, atau desloratadine. Selain itu ada pula obat antagonis H2, seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine. Obat-obatan ini biasanya digunakan jika obat antihistamin sudah tidak lagi manjur.

Penderita biduran juga bisa memanfaatkan obat-obatan tradisional. Salah satunya adalah air kelapa hijau ditambah sedikit madu. Minum selama tiga hari berturut-turut hingga alergi dingin hilang.

Bisa juga dengan mengonsumsi ramuan tradisional lainnya. Untuk membuatnya siapkan dua sendok teh adas, tujuh sentimeter kunyit, dan dua butir bawang merah. Cuci hingga bersih semua bahan tersebut lalu haluskan. Setelah itu, seduh dengan satu setengah gelas air panas.

Setelah agak dingin, saring ramuan tersebut untuk memisahkan ampasnya. Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Lakukan dengan rutin hingga biduran sembuh.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF