Mengapa Helm Selalu Bulat?
berita
Sumber Foto : motorexpertz.com (gie/watyutink.com)
06 November 2018 17:00
Anda biasa mengendarai sepeda motor. Anda wajib pakai helm demi keselamatan diri. Bentuk helm pun tidak boleh asal-asalan tapi harus berstandar SNI. Ingat, ini demi keselamatan Anda sendiri.

Lazimnya helm yang kita pakai berbentuk bulat dan tanpa sudut. Baik helm full face maupun half face. Tahukah Anda mengapa helm bentuknya selalu bulat dan licin?

Ternyata bentuk helm yang bulat dan licin dipercaya mampu melindungi kepala saat terjadi benturan. Sakaguchi Yasuhiro, General Manager Arai Helmet Ltd, Jepang mengatakan saat terjatuh kita sulit memprediksi arah benturan. Oleh karena itu bentuk helm harus sesuai dengan bentuk kepala. Helm bulat dengan permukaan licin bisa mengulur waktu benturan. Bila licin, maka energi kinetik tidak akan terserap di satu titik, melainkan dapat diserap di berbagai tempat.

Harry Suherman, Presiden Direktur Cargloss Proriders (CPR), mengatakan adanya tonjolan pada bentuk helm sangat berbahaya jika terjauh apalagi terseret di aspal. Saat terjatuh, helm berbentuk bulat bisa mempermudah pergerakan pengendara. Bukan hanya mengamankan kepala, helm juga bisa melindungi leher dari kemungkinan cidera atau patah.

Maka, jangan sembarangan memilih helm.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nailul Huda

Peneliti INDEF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

MoU KPU-PPATK Jangan Sekadar Aksesoris             MoU KPU-PPATK Jangan Hanya Formalitas             Pemerintah Harus Promosikan Tempat Wisata Terlebih Dahulu             Ketergantungan Minyak Tinggi, Cadangan Menipis             Kepastian Regulasi Sektor Migas             Efektifkan Student Loan Debt             Pemberian Gelar 'Bapak Pembangunan Desa' Wajar             Pasar Domestik Mulai Kontraksi             Pembenahan Ekspor Impor Mulai dari Validasi Data             Pembangunan yang Memandirikan Desa Masih Jadi Tantangan