Mengapa Buah Pala bisa Sebabkan Kantuk, Ini Penjelasannya
berita

04 July 2019 16:45
Watyutink.com – Salah satu rempah-rempah asli bumi Nusantara adalah buah pala. Rempah asli dari Maluku ini dikenal mempunyai banyak manfaat. Tak heran, beratus tahun lalu negera-negara Eropa berebut menguasai bumi Nusantara termasuk Maluku, salah satunya untuk menguasai perdagangan buah pala.

Saat ini buah pala banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, obat-obatan, pembuat minuman dan makanan. Namun banyak orang menghindari mengonsumsi buah pala. Pasalnya buah ini diyakini dapat menimbulkan kantuk. Itulah sebabnya orang yang bekerja dibidang yang harus terjaga, seperti sopir, operator mesin, dan sebagainya dianjurkan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung buah pala.

Tahukah Anda, mengapa  buah pala bisa menyebabkan kantuk?

Buah pala sebenarnya mengandung banyak nustrisi yang berguna bagi kesehatan tubuh. Dalam 100 gram buah pala terdapat 525 kalori. Selain itu terdapat 36 gram lemak, enam gram protein, 49 gram karbohidrat, 21 gram serat, 16 miligram sodium, tiga miligram zat besi, 350 miligram kalium, 184 miligram kalsium, 16 miligram natrium, 183 miligram magnesium dan 28 gram gula. Selain itu buah pala juga mengandung 0,1 miligram vitamin A, 0,2 miligram vitamin B6 dan tiga miligram vitamin C.

Kandungan magnesium yang cukup tinggi dalam buah pala dipercaya dapat memberikan efek tenang dan mengurangi ketegangan saraf. Selain itu buah pala dapat merangsang pelepasan serotonin, hormon yang menimbulkan rasa rileks.

Hormon serotonin akan berubah menjadi melatonin di otak yang dapat menimbulkan kantuk dan mempermudah tidur. Itulah sebabnya buah pala dapat digunakan untuk terapi bagi penderita insomnia atau kesulitan tidur di malam hari.

Buah pala juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Pasalnya buah ini mengandung myristicin dan macelignan, senyawa yang dapat mengurangi kerusakan sistem saraf dan fugsi kognitif. Selain itu buah pala dapat meningkatkan konsentrasi dan mengatasi stres. Bahkan buah pala dipercaya dapat membentu proses penyembuhan pasien demiensia dan alzheimer.

Buah pala diketahui juga mengandung banyak serat. Hal ini membuat buah ini sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan serta mengatasi sembelit, diare, dan perut kembung. Selain itu buah pala juga mampu dan mendorong gerakan peristaltik pada otot usus sehingga merangsang sekresi cairan lambung yang mempermudah proses pencernaan.

Sementara kandungan kalium dalam buah pala bermanfaat untuk merenggangkan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah dan ketegangan pada sistem kadiovsakuler bisa diturunkan. Sedangkan kandungan zat besi dalam buah pala dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan menghindarkan terjadinya gejala kurang darah atau anemia. Itulah sebabnya buah pala sangat baik untuk mengendalikan tekanan darah.

Buah pala juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tulang. Pasalnya buah yang banyak diolah menjadi manisan ini mengandung banyak kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perbaikan tulang. Selain itu kalsium sangat diperlukan untuk mengurangi gejala osteoporosis.

Buah pala juga memiliki manfaat tonik, yakni mengeluarkan racun-racun dari tubuh. Sedangkan sifat antibakteri dalam buah pala sangat baik untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Itulah sebabnya buah pala banyak digunakan pada beberapa produk pasta gigi herbal. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

FOLLOW US

Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!             Perekonomian Dunia Masih Dihantui Ketegangan dan Ketidakpastian             Revisi Aturan-aturan yang Tidak Pro Kepada Nelayan!             Kebijakan KKP yang Baru Harus Didukung             Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS