Mencabut Gigi Atas Menyebabkan Kebutaan, Mitos atau Fakta
berita
Foto Istimewa
21 August 2019 17:00
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang takut ke dokter gigi. Mereka takut jika harus dicabut giginya, terutama gigi bagian atas. Pasalnya selama ini berkembang kepercayaan mencabut gigi bagian atas membahayakan kesehatan mata. Bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Tahukah Anda, sebenarnya mencabut gigi bagian atas menyebabkan kebutaan fakta atau hanya sekedar mitos?

Prof. drg. Bambang Irawan, PhD, pengajar Fakultas Kedokteran Gigi  Universitas Indonesia (FKG UI) mengatakan mencabut gigi secara sembarangan memang bisa membahayakan. Namun Bambang menyebut bahaya yang ditimbulkan tidak seberat itu, apalagi hingga menyebabkan kebutaan.

Bambang menjelaskan, saraf gigi dan mata berbeda. Meski berasal dari saraf otak yang sama, yakni saraf trigeminal, namun keduanya tidak mempunyai hubungan. Itulah sebabnya menurut Bambang keyakinan mencabut gigi bagian atas bisa menimbulkan kebutaan tidak benar.

Efek dari mencabut gigi yang tidak tepat menurut Bambang adalah terjadinya infeksi yang mengakibatkan gusi bengkak. Selain itu mencabut gigi tidak sesuai prosedur bisa menimbulkan masalah disekitar mulut. Pasalnya yang terpengaruh oleh tindakan pencabutan gigi adalah saraf yang berada disekitar mulut.

Komplikasi yang mungkin muncul akibat pencabutan gigi adalah rasa nyeri pada bagian bibir, lidah, gigi dan rahang. Kondisi tersebut terutama muncul saat mencabut gigi geraham bungsu. Bambang menambahkan komplikasi tersebut umumnya bersifat sementara, meski dalam beberapa kondisi bisa menjadi permanen.

Bambang menjelaskan, mencabut gigi bagian atas sebisa mungkin tidak dilakukan. Mencabut gigi bagian atas adalah tindakan terakhir yang hanya dilakukan jika memang sudah tidak lagi bisa dipertahankan. Bila kerusakan gigi sudah terlalu parah maka mau tidak mau dokter akan melakukan pencabutan. Jika kerusakannya belum parah, biasanya dokter menyarankan agar dipertahankan.

Selain itu pencabutan tidak bisa dilakukan saat gigi dalam kondisi sakit. Gigi hanya bisa dicabut dalam kondisi sehat. Jika gigi dicabut dalam kondisi sakit dikhawatirkan dapat memicu infeksi. Penyebaran infeksi inilah yang harus diwaspadai. Pasalnya infeksi dapat menyebar dan menyebabkan pembengkakan hingga daerah sekitar mata.

Pencabutan gigi juga bisa berisiko menimbulkan komplikasi lainnya, seperti pendarahan, mual dan muntah, batuk, nyeri dada dan sesak nafas. Itulah sebabnya mencabut gigi wajib dilakukan sesuai prosedur dan hanya dokter gigi yang melakukannya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998