Manfaat Tarik dan Tahan Nafas, Sehatkan Paru-paru, Cegah Stres, dan Tingkatkan Keharmonisan Rumah Tangga
berita
Latihan Pernapasan
01 July 2020 16:40
Watyutink.com – Beberapa saat lalu, staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Angkie Yudhistia menjadi bulan-bulanan warganet. Pasalnya Angkie memposting cara mendeteksi virus corona. Angkie menyebut dengan menarik nafas selama 10 detik bisa diketahui apakah virus penyakit berbahaya itu bersarang dalam tubuh kita atau tidak.

Postingan itu sontak menuai kecaman berbagai pihak. Pasalnya untuk mendeteksi seseorang terpapara virus corona membutuhkan tes atau pengujian yang lebih lengkap dibanding hanya sekadar menarik nafas selama 10 menit. Belakangan diketahui, unggahan yang diposting Angkie adalah hoaks atau berita bohong.

Namun terlepas dari postingan tersebut, kebiasaan menarik nafas dalam ternyata mempunyai manfaat bagi kesehatan. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk membiasakan diri menarik nafas dalam setiap hari.

Tahukah Anda, apa manfaat menarik nafas dalam bagi kesehatan?

Menarik nafas dalam selama ini memang dikenal sebagai salah satu teknik dalam olah raga pernafasan. Cara ini diyakini membawa pengaruh baik bagi tubuh. Pasalnya menarik nafas dalam selama beberapa detik akan membantu tubuh memperbanyak asupan oksigen.

Sebaliknya kekurangan oksigen bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan. Ketika asupan oksigen dalam tubuh berkurang, otot-otot sekitar tulang rusuk akan kehilangan elastisitas dan menjadi lemah. Jika hal ini terjadi, aliran oksigen ke selruh tubuh melalui darah juga akan mengalami gangguan. Padahal lancar atau tidaknya aliran oksigen sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh.

Itulah sebabnya kita dianjurkan sering-sering melakukan teknik pernafasan atau menarik nafas  dalam. Selain itu disarankan pula menahan nafas sejenak, setidaknya 10 hingga 30 menit. Setelah itu barulah dikeluarkan melalui mulut. Kebiasaan menarik nafas dalam dan menahannya sejenak ternyata memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk meningkatkan fungsi organ paru-paru.

Menarik nafas pendek diketahui tidak mampu menyediakan oksigen yang cukup dalam darah. Akibatnya ketersediaan oksigen untuk jaringan dan organ tubuh menjadi kurang. Menarik nafas pendek dan dangkal juga menjadikan paru-paru tidak mengemang secara sempurna. Sehingga transfer oksigen ke dalam darah menjadi tidak maksimal.

Sebaliknya saat menarik nafas dalam atau pernapasan diafragma akan menyebabkan perut lebih luas. Pernapasan diafragma dapat menarik udara ke dalam lobus bawah paru-paru dan menyebabkan  transfer oksigen secara sempurna.

Menarik nafas dalam juga bermanfaat untuk meningkatkan aliran limfatik atau getah bening. Saat darah membawa oksigen ke seluruh tubuh, getah bening akan mencari baketeri, virus, racun, dan zat asing lainnya dalam dalam tubuh. Selanjutnya racun dan zat asing penyebab penyakit itu akan dibuang melalui keringat dan air seni. Itulah sebabnya menarik dan menahan nafas berfungsi sebagai detoksifikasi atau membuang racun dari dalam tubuh.

Menarik nafas dalam juga berfungsi untuk meredakan stres. Salah satu cara untuk membuat tubuh menjadi rileks adalah dengan menarik nafas dalam. Asupan oksigen dalam jumlah cukup ke otak akan mengurangi stres dan keteganagan penyebab sakit kepala. Selain itu menarik dan menahan nafas sejenak dapat membantu mencegah jantung bernafas lambat dan tekanan darah rendah. Selain itu menarik nafas dalam juga mampu mengurangi kelelahan.

Bagi pasangan suami istri, kebiasaan menarik nafas dalam juga berguna untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Pasalnya pernafasan dalam bisa membantu pasangan suami istri lebih menikmati hubungan intimnya. Menarik nafas dalam dan panjang berguna untuk meningkatkan suplai darah ke alat vital saat berhubungan suami istri.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila