Manfaat Makan Bakso, Sehatkan Otak, Cegah Anemina, dan Tingkatkan Stamina Asalkan Tanpa Micin
berita

08 October 2020 16:45
Watyutink.com – Salah satu makanan paling populer di Indonesia adalah bakso. Dihampir semua sudut jalan dan pemukiman bisa dengan mudah ditemui penjual bakso. Hal serupa dengan semua kantin sekolah atau food court gedung perkantoran makanan berbentuk daging bulat seperti bola ini selalu hadir.

Meski banyak digemari tapi tidak banyak yang tahu jika bakso adalah makanan sehat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan makan bakso. Namun tetap disarankan bakso tidak dimakan dalam jumlah atau porsi yang telalu banyak.

Tahukah Anda, apa saja manfaat bakso untuk kesehatan?

Bakso adalah makanan yang terbuat dari daging sapi yang disajikan bersama kuah berkaldu. Penyajiannya menjadi semakin lengkap dengan ditambakan mie, bihun dan sayuran. Lantaran berbahan dasar daging sapi, bakso diyakini bermanfaat bagi kesehatan. Makan bakso diperaya bisa meningkatkan energi yang berguna untuk aktivitas sehari-hari.

Daging yang digiling serta ditambahkan tepung adalah sumber karbohidrat, lemak, dan protein. Nutrisi tersebut nantinya diolah tubuh menjadi energi. Selain membuat kenyang, kalori yang dihasilkan bakso berguna memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Meski demikian, tidak disarankan makan bakso setiap hari.

Sebaiknya bakso dibuat menggunakan daging sapi atau ikan dengan kualitas baik. Pasalnya daging berkualitas baik akan memberikan asupan protein yang baik pula untuk tubuh. Pengelohannya pun harus benar agar protein dalam bakso tidak hilang. Bakso dengan kualitas baik akan berguna dalam mencukupi asupan protein bagi tubuh yang penting untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu protein juga mendukung pembentukan sel tubuh baru.

Mengonsumsi bakso juga berguna untuk mencegah anemia atau kurang darah. Daging merah segar yang menjadi bahan dasar bakso adalah sumber zat besi yang berguna untuk pembentukan sel darah merah. Anemia atau kurang darah adalah penyakit yang muncul akibat tubuh kekurangan zat besi. Jika kekurangan zat besi, proses pembentukan sel darah merah menjadi terganggu.

Itulah sebabnya makan bakso sangat dianjurkan untuk mencegah anemia. Terutama bagi para wanita yang sedang dalam masa menstruasi atau datang bulang. Pasalnya saat itu wanita akan banyak kehilangan darah. Makan bakso saat itu berguna untuk memenuhi asupan sel darah merah bagi tubuh.

Makan bakso juga berguna dalam mendukung proses metabolisme tubuh. Daging dalam bakso diketahui kaya akan kandungan vitamin B1, B2, dan B kompleks serta nutrisi lainnya. Kandungan inilah yang dapat mendukung proses metabolisme tubuh dengan baik. Sehingga tubuh mendapat energi yang cukup . Proses metabolisme diperlukan tubuh untuk menjaga stamina dalam beraktivitas sehari-hari.  

Bakso juga berguna untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak. Hal ini terutama diperoleh dari bakso berbahan dasar ikan yang kaya akan nutrisi, seperti protein, lemak, omega 3 dan omega 6. Kedua nutrisi tersebut mampu menjaga sel saraf dalam otak tetap berfungsi dengan baik. Omega 3 dan omega 6 juga mampu menstimulasi memori sehingga otak dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari kerusakan.

Namun dibalik manfaatnya, terkandung pula efek buruk makan bakso. Hal ini lantaran bakso seringkali dicampur dengan bahan penyedap rasa atau Monosodium glutamate (MSG). Penggunaan bahan yang kerap disebu micin ini berisiko meningkatkan kadar tekanan darah. Itulah sebabnya terlalu banyak makan bakso bisa memicu hipertensi atau penyakit darah tinggi.  

Banyak pula bakso yang dibuat menggunakan borak dan formalin. Kedua bahan tersebut sangat berbahaya lantaran bisa merusak saraf, terutama pada anak-anak. Itulah sebabnya sebelum mengonsumsi, pasti bakso bebas borak dan formalin.

Selain itu, penggunaan borak dan formalin juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya aliran darah menuju jantung terhambat dan dapat mengganggu kinerja jantung.

Penggunaan micin secara berlebihan juga berpotensi menyebabkan masalah pada mulut, gusi, dan ronggo mulut. Dalam jangka panjang, micin atau MSG bisa memicu iritasi dan sariawan. Sedankan penggunaan cuka sangat berbahaya bagi ibu hamil. Kombinasi cuka dan micin bisa merusak pembentukan organ pada janin. Bahkan berisiko menyebabkan keguguran.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

Revolusi Akhlak Kiai Juned

25 November 2020

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF