Manfaat Kurma Cina, Cegah Anemia, Perut Kembung, dan Tingkatkan Stamina, tapi Jangan Dimakan Mentah
berita
Kurma Cina
25 October 2020 17:35
Watyutink.com - Selama ini kurma dikenal sebagai buah khas Timur Tengah. Buah ini juga identik dengan bulan puasa atau Ramadhan. Kurma seolah menjadi buah wajib saat berbuka puasa.

Kurma dikenal sebagai buah yang mampu mengembalikan stamina setelah berpuasa tidak makan dan minum seharian. Selain itu kurma juga berkhasiat sebagai obat berbagai jenis penyakit.

Ternyata kurma tidak hanya berasal dari Timur Tengah. Pasalnya orang juga mengenal buah kurma cina atau kurma merah. Khasiat kurma cina juga disebut-sebut tak kalah dengan kurma arab.

Tahukah Anda, apa manfaat kurma cina?

Buah kurma merah sebenarnya bernama hung chao. Di Indonesia buah ini dikenal dengan nama ang cho. Namun lantaran bentuknya sangat mirip dengan kurma, ang cho juga sering disebut sebagai kurma cina.

Meski bentuknya mirip dengan kurma tapi terdapat perbedaan yang sangat mencolok, yakni warnanya. Jika kurma arab berwarna coklat gelap cenderung hitam, ang cho atau kurma cina berwarna merah mencolok. Ang cho selama ini banyak ditemui di beberapa resep masakan cinese food atau masakan cina.

Para pakar pengobatan tradisional menyebut kurma cina mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan. Pasalnya ang cho memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam, seperti protein, lemak, gula dan vitamin C. Ang cho diyakini mampu menjaga stamina tubuh lantaran berkhasiat menjaga suplai energi. Selain itu, ang cho juga bisa menetralisir racun.

Mengonsumsi ang cho sangat baik untuk penambah darah sekaligus mencegah penyakit anemia atau kurang darah. Itulah sebabnya kurma cina sangat tepat dikonsumsi wanita yang tengah datang bulan. Saat sedang haid atau datang bulan, wanita kerap menderita anemia akibat banyak mengeluarkan darah. Selain itu mengonsumsi ang cho menghindarkan wanita terlihat lesu, lemas, dan wajah pucat.

Ang cho juga berguna bagi orang yang memiliki masalah lambung. Ang cho terbukti bersenyawa dengan asam lambung dan hasilnya diserap oleh dinding lambung. Kondisi ini membantu terjadinya proses oksidasi dalam tubuh.

Selain meningkatkan sel darah merah dan tekanan darah, proses oksidasi juga mampu memperkuat lambung. Itulah sebabnya mengonsumsi ang cho atau kurma cina bisa mencegah kembung. Terutama jika dikonsumsi bersama jahe.

Kandungan nutrisi dalam ang cho juga berguna bagi wanita yang mengalami menopause. Pasalnya ang cho mencegah wanita menopause dilanda stres. Wanita yang sudah menopause kerap mengalami jantung berdegub kencang, keringat berlebihan dan emosi tak terkontrol. Ang cho diyakini mampu mengatasi kondisi tersebut.

Namun ang cho diketahui kaya akan kandungan gula. Itulah sebabnya sangat tidak disarankan mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Selain menimbulkan penimbunan air dalam tubuh, konsumsi ang cho berlebihan akan berakibat pembengkakan tubuh. Ang cho cukup dikonsumsi tiga hingga lima butir per hari.

Meski baik bagi wanita haid, disarankan tidak mengonsumsi ang cho dalam jumlah berlebihan. Dikhawatirkan ang cho justru  memperbanyak jumlah darah yang keluar dan berakibat gangguan kesehatan. 

Berbeda dengan kurma arab yang bisa dimakan langsung, kurma cina justru sebagaiknya tidak dimakan mentah. Pasalnya bisa menyebabkan perut kembung. Ang cho sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Ang cho juga bisa diolah sebagai campuran bumbu masak. Kandungan rasa manis alamiah dalam ang cho bisa menggantikan penyedap masakan seperti untuk membuat sup. Ang cho juga bisa ditambahkan pada masakan ayam atau nasi tim.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF