Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan, Bisa Jaga Kolesterol dan Penuhi Kebutuhan Vitamin
berita
cumi-cumi/copyright: shutterstock
29 October 2019 16:45
Watyutink.com – Selama ini banyak orang tua yang melarang anaknya makan cumi-cumi. Caranya berenang di air kemungkinan besar menjadi penyebabnya. Tidak seperti ikan atau hewan air lainnya yang berenang atau bergerak maju ke depan. Cumi-cumi diketahui berenang dengan cara terbalik atau mundur.

Para orang tua meyakini, memakan cumi-cumi justru membuat perkembangan manusia, terutama anak-anak justru mundur. Padahal semua manusia menginginkan kehidupan yang semakin maju dan berkembang.

Ternyata hal semacam itu hanya sebatas mitos belaka. Pasalnya cumi-cumi justru menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan manusia.

Tahukah Anda, apa saja manfaat yang terkandung dalam cumi-cumi?

Cumi-cumi adalah hewan laut yang memiliki tekstur kulit dan daging yang kenyal. Hal inilah yang membuat cumi-cumi memiliki rasa yang gurih. Tak heran cumi-cumi menjadi salah satu menu favorit bagi pecinta makanan laut atau seafood.

Namun, bukan hanya lezat dan gurih, cumi-cumi ternyata juga kaya akan kandungan gizi dan nutrisi. Hal inilah yang membuat hewan laut ini memiliki manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk menurunkan kolesterol.  Cumi-cumi mentah memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah. Dalam 100 gram cumi-cumi terdapat 1,2 gram lemak total dan hanya 0,5 gram lemak jenuh.

Sebaliknya, cumi-cumi memiliki lemak sehat yang cukup banyak. Lemak sehat adalah salah satu nutrisi yang dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu cumi-cumi dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat atau Low Density lipoprotein (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (LDL).

Selain itu, lemak sehat atau tak jenuh berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Lemak tak jenuh juga membantu tubuh menyerap jenis-jenis vitamin yang larut dalam lemak,seperti vitamin A, D, E dan K.

Cumi-cumi juga dikenal sebagai sumber protein yang baik. Dalam 100 gram cumi-cumi terdapat 16 gram protein. Jumlah ini memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan asupan protein pria dewasa setiap hari. Protein adalah nutrisi yang bermanfaat membangun dan menjaga otot tubuh. Selain itu protein juga dapat membantu mengontrol nafsu makan.

Itulah sebabnya mengonsimsi cumi-cumi sangat cocok bagi orang yang sedang menjalankan program diet. Pasalnya cumi-cumi bisa membuat kenyak lebih lama. Akibatnya orang yang mengonsumsi cumi-cumi tidak akan makan terlalu banyak.

Cumi-cumi juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin harian yang bermanfaat untuk perkembangan tubuh. Setiap  100 gram cumi-cumi mengandung sedikitnya 10 mikrogram vitamin A, 56 mikrogram vitamin B6, 1,3 mikrogram vitamin B12, 4,7 miligram vitamin C, dan 1,2 miligram vitamin E. Selain itu cumi-cumi juga memiliki kandungan mineral yang cukup banyak. Dalam 100 gram cumi-cumi terdapat 32 miligram kalsium, 33 miligram magnesium, 44 miligram sodium dan 680 mikrogram zat besi.

Cumi-cumi juga dikenal sebagai bahan pangan yang aman. Pasalnya cumi-cumi dikenal rendah kandungan merkuri. Para ahli kesehatan menyebutkan merkuri adalah zat yang berdampak buruk bagi kesehatanm, terutama pada sistem saraf.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency(EPA), dalam laorannya menyebut kandungan merkuri pada cumi-cumi cukup rendah dan tidak membahayakan sehingga aman dikonsumsi.

Namun kandungan nutrisi dalam cumi-cumi bisa berubah, tergantung cara memasaknya. Menggoreng cumi-cumi dengan tepung dalam minyak seringkali menjadikan kandungan kalori dan lemak meningkat hingga dua kali lipat. Itulah sebabnya cumi-cumi sebaiknya diolah dengan cara ditumis menggunakan minyak zaitun. Selain itu memasak dengan cara dipanggang atau dijadikan sop juga dirasa lebih sehat.

Meski demikian dianjurkan mengonsumsi cumi-cumi tetap dalam jumlah yang terkontrol. Terlebih cumi-cumi memiliki kandungan kolesterol yang dikhawatirkan membawa akibat tidak baik bagi kesehatan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif