Mana yang Lebih Sehat, Kopi Robusta atau Arabika, Simak Penjelasannya 
berita
ilustrasi/ Net
10 April 2021 17:15
Watyutink.com - Saat ini kopi bukan hanya sekadar minuman. Kopi sudah menjelma menjadi gaya hidup. Hal ini seiring dengan semakin populer kopi di masyarakat, terutama kalangan milenial.

Masyarakat perkotaan menjadikan kopi sebagai bagian dari pola hidup sehat. Itulah sebabnya penikmat kopi tidak hanya asal 'sruput' melainkan juga mulai memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat dalam minuman kegemarannya itu. 

Seperti diketahui ada banyak jenis kopi yang berada di pasaran. Namun ada dua jenis yang paling banyak dikenal dan dikonsumsi, yakni kopi arabika dan robusta. Kedua kopi ini memiliki rasa yang berbeda, meski tidak terlalu mencolok. Bahkan sebagian peminum kopi tidak bisa membedakan kedua jenis kopi tersebut.

Ternyata selain rasanya kandungan nutrisi dan senyawa yang terkandung dalam kopi robusta dan arabika juga berbeda. Hal ini berakibat berbeda pula pengaruh kedua jenis kopi itu bagi kesehatan. Meski pun lagi-lagi perbedaannya tidak terlalu mencolok.

Tahukah Anda, antara kopi robusta dan arabika mana yang lebih baik bagi kesehatan?

Perbedaan utama dari kopi robusta dan arabika adalah pada rasanya. Kopi robusta memiliki aroma dan rasa yang kuat. Namun kopi robusta rasanya lebih netral dan kurang bervariasi. Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan. Akibatnya setelah disangrai dan diseduh, kopi robusta terasa kurang nikmat. Namun bagi para pencinta kopi rasa robusta sangat kuat.  

Sedangkan kopi arabika memiliki aroma dan rasa yang lebih variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika beraroma segar dan mirip dengan blueberry. Saat disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma harum. Saat diseduh dan dicicipi, kopi arabika cenderung memiliki rasa manis. Rasa manis itulah yang membuat kopi arabika terasa nikmat dinikmati tanpa gula.

Dirangkum dari berbagai sumber, kadar kafein kedua jenis kopi ini juga berbeda. Kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi, sekitar 1,8 hingga empat persen. Itulah sebabnya kopi robusta cenderung lebih pahit lantaran kandungan kafeinnya  lebih nendang.

Sedangkan kopi arabika kandungan kafeinnya sekitar 0,9 hingga 1,4 persen. Itulah sebabnya kopi arabika cenderung lebih aman bagi lambung.   

Tampilan biji kopi robusta dan arabika juga berbeda. Biji kopi robusta ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih bulat serta terlihat padat. Teksturnya juga lebih kasar. Sedangkan biji kopi arabika bentuknya memanjang dan pipih. Ukurannya pun lebih besar dan teksturnya lebih halus.
Akibat perbedaan ini, teknik dan cara roasting atau pemanggangan kedua jenis kopi itu pun berbeda.

Sejatinya manfaat bagi kesehatan kedua jenis kopi itu tidak jauh berbeda. Pasalnya keduanya mengandung kafein dan chlorgenic acid yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kafein diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu kafein bermanfaat bagi kesehatan otak. Sedangkan chlorgenic acid berfungsi sebagai antioksidan yang sangat baik untuk tubuh.

Kopi jenis robusta memiliki kandungan kafein dan chlorgenic acid yang lebih tinggi dibandingkan arabika. Kandungan kedua zat yang lebih banyak itulah menjadikan kopi robusta lebih sehat bagi tubuh. Namun perlu diingat, kopi robusta memiliki kandungan aftertaste lebih banyak. Hal inilah yang membuat kopi robusta memiliki rasa yang lebih asam. Itulah sebabnya penderita gangguan lambung sebaiknya tidak meminum kopi robusta.

Kopi robusta juga memiliki kandungan lemak dan gula yang lebih rendah dibandingkan arabika. Akibatnya kopi robusta lebih sehat bagi tubuh. Namun kandungan lemak dan gula yang lebih tinggi membuat rasa kopi arabika lebih nikmat. Aromanya pun lebih harum saat diseduh.

Secara umum, kopi robusta bisa dikatakan lebih sehat dibandingkan kopi arabika. Namun pilihan tetap ditangan Anda, para pecinta kopi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF