Makanan Asin Sebabkan Darah Tinggi, Fakta atau Mitos?
berita

04 September 2020 17:10
Watyutink.com - Selama ini garam selalu dituduh sebagai biang keladi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal itu membuat orang takut dan cenderung menghindari makanan yang mempunyai rasa asin.

Bahkan sebagian orang memilih makan makanan hambar atau tanpa garam. Mereka takut tekanan darah tiba-tiba melonjak naik akibat mengonsumsi garam. Terlebih tekanan darah tinggi bisa merembet ke gangguan kesehatan lain, seperti serangan jantung dan stroke.

Tahukah Anda, garam memicu hipertensi fakta atau mitos belaka? 

Garam atau natrium klorida (NaCl) pada dasarnya adalah mineral yang dibutuhkan tubuh. Garam berfungsi untuk menjaga regulasi volume dan tekanan darah, menjaga kontraksi otot serta transmisi sel saraf, serta membantu keseimbangan air, asam dan basa dalam tubuh.

Meski demikian pemakaian garam tidak boleh terlalu banyak. Berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang, dalam sehari semalam, pemakaian garam maksimal adalah enam gram atau setara dengan satu sendok teh.

Garam atau natrium klorida terdiri dari 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Keduanya adalah elektrolit yang penting bagi kesehatan. Itulah sebabnya keseimbangan keduanya harus selalu dijaga.

Sedangkan hipertensi adalah kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dan gaya hidup. Hasil penelitian membuktikan garam adalah salah satu faktor utama pemicu hipertensi.

Asupan garam berlebih akan merusak keseimbangan natrium dan kalium. Akibatnya kerja ginjal menjadi tidak baik dan muncul retensi atau penumpukan cairan diikuti dengan naiknya tekanan darah.

Asupan garam berlebih juga menekan dinding arteri. Lama kelamaan dinding arteri akan menebal dan sempit, sehingga tekanan darah pun makin naik. Pada akhirnya, arteri akan pecah atau tersumbat.

Cara terbaik membatasi garam adalah dengan mengurangi makanan instan dalam kemasan dan menggantinya dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya. Apalagi jika dibarengi asupan magnesium dan kalium yang seimbang, maka garam tidak perlu ditakuti.

Perlu pula diingat,  garam bukan satu-satunya pemicu hipertensi. Gaya hidup juga menjadi faktor penunjang penyakit tekanan darah tinggi. Terlebih risiko yang ditimbulkannya berbeda-beda pada setiap orang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF