Makan Ikan Lele Bisa Sehatkan Jantung, Otak dan Saraf tapi Jangan Terlalu Sering
berita
Sumber Foto : Shutterstock
07 September 2021 16:00
Watyutink.com - Jika ditanya, apa ikan paling populer di Indonesia, bisa jadi lele adalah jawabannya. Hal itu tidak mengherankan lantaran penjual ikan lele sangat banyak di hampir semua kota di Indonesia. Ikan lele disajikan dalam berbagai menu, mulai dari digoreng sampai diolah menjadi masakan lainnya. 

Ikan lele memang pantas jadi sangat terkenal. Rasanya yang enak dan gurih membuat siapa saja, anak-anak maupun orang dewasa tergoda mencicipi daging ikan lele. Terlebih ikan bersungut ini juga kaya akan kandungan nutrisi. Hal ini menjadikan ikan lele sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. 

Tahukah Anda, apa saja manfaat ikan lele bagi kesehatan?

Para ahli gizi menyebut ikan lele adalah sumber asupan nutrisi yang baik. Selain itu ikan ‘diehard’ atau susah mati ini memiliki kandungan kalori dan lemak yang cukup rendah. Dalam 100 gram ikan lele hanya terdapat sekitar 122 kalori dan 6,1 gram lemak.  

Ikan lele juga mengandung protein yang cukup tinggi. Tiap ekor ikan lele mengandung 15,6 gram protein. Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan asam amino. Protein berkualitas tinggi juga membantu tubuh meningkatkan massa otot tanpa lemak. Kandungan protein dalam ikan lele juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ikan lele juga bisa menjadi sumber vitamin B12. Satu ekor ikan lele mengandung 40 persen asupan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Vitamin B12 diketahui bermanfaat sebagai sumber energi. Selain itu vitamin B12 yang larut dalam air juga penting untuk meningkatkan fungsi otak, sistem saraf, dan pembentukan darah.

Ikan yang menjadi ikon Kota Lamongan, Jawa Timur ini juga rendah kadar merkuri. Seperti diketahui, merkuri adalah zat logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Di dalam air, merkuri akan menjadi zat metilmerkuri yang berikatan dengan protein dalam daging ikan.

Penumpukan merkuri dalam tubuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti keracunan merkuri bahkan kerusakan saraf, terutama pada bayi dan anak-anak.

Riset yang dilakukan Environmental Protection Agency, lembaga independen di Amerika Serikat yang fokus terhadap perlindungan lingkungan, menyebut ikan lele sebagai salah satu ikan yang paling aman dikonsumsi karena rendah merkuri. 

Ikan lele juga kaya akan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6. Satu ekor ikan lele mengandung 220 miligram asam lemak omega-3 dan 875 miligram asam lemak omega-6. Kedua nutrisi ini sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Meski demikian, penelitian mengungkap, asam omega 6 dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Itulah sebabnya makan ikan lele sebaiknya tidak terlalu banyak. Makanlah dalam jumlah wajar. Selain itu sebaiknya tidak terlalu sering. Cukup dua atau tiga kali dalam seminggu makan ikan lele.

Selain itu cara memasak ikan lele juga harus diperhatikan. Pasalnya kesalahan dalam mengolah bisa mengurangi kandungan nutrisi dalam ikan lele. Proses memasak yang tidak tepat seperti menggoreng berpotensi meningkatkan tingkat kalori, lemak, dan kolesterol. 

Untuk itu sebaiknya ikan lele diolah dengan cara dikukus, dipanggang, dibakar, atau direbus. Selain itu, untuk memperkaya asupan nutrisi, daging lele sebaiknya dikombinasikan dengan sumber nutrisi yang lain

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF