Kopi atau Teh, Mana yang Lebih Baik Bagi Kesehatan?
berita

04 May 2019 09:15
Watyutink.com - Sebelum melakukan aktivitas, minum kopi dan teh dipagi hari adalah hal yang biasa dilakukan beberapa orang. Minum kopi diyakini dapat membuat seseorang lebih bersemangat ketika hendak melakukan pekerjaan/aktivitas. Begitu juga saat minum teh, dapat membuat tubuh akan merasakan ketenangan.

Tahukan Anda, teh atau kopi mana yang lebih banyak bermanfaat bagi kesehatan?

Minum teh sering dianggap lebih baik dibanding minum kopi, karena dianggap memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain memiliki fungsi sebagai antioksidan, teh juga terbukti membantu mencegah pengerasan pembuluh darah. Selain itu, studi lain menemukan bahwa mengonsumsi teh secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, serta mengurangi tingkat stres.

Teh juga diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya serangan stroke, penyakit jantung, dan dapat meningkatkan kesehatan otak. dibandingkan dengan minuman berkafein lain seperti kopi, peminum teh juga memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi, sehingga memperlambat terjadinya pengeroposan tulang.

Sementara  itu, studi yang dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa orang yang minum kopi tiga sampai 4 cangkir sehari akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit tertentu. Kandungan antioksidan dalam kopi dapat mengurangi risiko kanker, dan diabetes tipe-2 pada seseorang.

Kopi memiliki kafein lebih tinggi daripada teh, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan jika dikosumsi berlebihan. Jika Anda sensitif atau tidak terbiasa minum kopi, Anda akan merasakan jantung berdebar-debar ataupun cemas saat minum kopi berlebihan.

Kopi dan teh sama baiknya bila tak diminum berlebihan. Selama Anda tidak sensitif terhadap kafein dan tidak menderita sakit maag, Anda dapat minum kopi ataupun teh sebanyak dua sampai tiga cangkir dalam sehari, waktu pagi dan sore hari. Atau, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda harus membatasi asupan kafein karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah Anda. (lien)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!