Kopi Hijau Bukan Sekedar Teman Nongkrong, Ini Minuman Kesehatan
berita

13 January 2019 16:30
Watyutink.com - Selain kopi hitam dan kopi putih, varian kopi yang juga populer saat ini adalah kopi hijau. Namun jenis minuman ini lebih sering dianggap sebagai obat daripada minuman pelangkap nongkrong atau kongkow. 

Tahukah Anda apa itu kopi hijau dan apa pula manfaatnya? 

Kopi hijau sejatinya tidak berbeda dengan kopi pada umumnya. Namun dalam proses pembuatannya biji kopi tidak dipanggang. Dalam kondisi masih segar dan berwarna hijau biji kopi langsung digiling. 

Banyak yang menyakini akibat tidak adanya proses pemanggangan, menyebabkan kopi hijau mengandung senyawa asam klorogenat lebih banyak dibandingkan kopi lainnya. Senyawa asam klorogenat adalah zat antioksidan aktif yang membantu menurunkan tekanan darah serta berat badan. Selain itu kopi hijau juga dapat membantu menurunkan gula darah dan menghambat penumpukan lemak.

Senyawa asam klorogenat pada kopi hijau juga dapat mengurangi tekanan darah. Penelitian yang dilakukan Clinical and Experimental Hypertension menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi 140 mg ekstrak biji kopi hijau perhari mengalami penurunan tekanan darah. Itulah sebabnya kopi hijau diyakini dapat mencegah penyakit darah tinggi atau hipertensi. 

Kafein yang ada dalam kopi hijau juga memiliki efek yang positif pada suasana hati dan juga pada aktivitas otak seperti meningkatkan reaksi waktu, kewaspadaan, memori, fokus, ketahanan tubuh, dan berbagai faktor lain dari kinerja kognitif. Akibatnya mood dan kinerja kognitif jadi meningkat. 

Namun seperti halnya jenis kopi yang lain, mengkonsumsi kopi hijau juga harus memperhatikan kadar dan takarannya. Kopi hijau juga tidak baik jika diminum berlebihan. 

Kafein dalam kopi hijau dapat menyebabkan insomnia, gugup, gelisah, sakit perut, mual, muntah, meningkatnya detak jantung dan pernapasan, serta efek samping lainnya. Mengonsumsi sejumlah besar kopi juga dapat menyebabkan sakit kepala, kecemasan, gelisah, telinga berdenging, dan detak jantung tidak teratur.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?