Komsumsi Bayam Berlebihan Bisa Picu Asam Urat dan Batu Ginjal
berita

01 April 2019 17:45
Watyutink.com – Salah satu sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah bayam. Sayuran yang dikenal sebagai makanan ‘Popeye The Sailor’ ini dikenal mengandung banyak vitamin, mineral, serat, dan zat nutrisi lainnya.

Namun meskipun mempunyai banyak manfaat, tidak disarankan mengkonsumsi bayam dalam jumlah berlebih. Pasalnya bayam diketahui mengandung beberapa zat yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Tahukah Anda, apa akibatnya jika mengkonsumsi bayam terlalu banyak?

Salah satu kandungan yang terdapat dalam bayam adalah oksalat. Zat ini jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan hyperoxaluria atau kondisi yang dipicu oleh kombinasi antara kalsium dan kristal oksalat di dalam ginjal. Jika dibiarkan kondisi ini bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Selain itu makan bayam berlebihan bisa menyebabkan nyeri di punggung bawah, paha dalam, atau organ vital. Makan bayam berlebihan juga menyebabkan gangguan buang air kecil, kembung, dan mual. Kandungan serat tinggi pada bayam membuatnya lebih lama untuk dicerna. Hal inilah yang membuat makan bayam berlebihan bisa menyebabkan perut kembung.

Konsumsi bayam berlebihan juga bisa menimbulkan angguan gastrointestina pada pencernaan. Kadar serat tinggi dalam bayam diketahui bisa memicu produksi gas berlebihan dalam perut yang bisa menyebabkan kram perut.

Penderita asam urat sebaiknya menghindari mengkonsumsi bayam. Pasalnya bayam dikenal mengandung kadar purin yang tinggi. Padahal asupan purin melebihi batas aman bisa meningkatkan risiko serangan asam urat.

Menkonsumsi bayam berlebih juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh. Selain menjadi pemicu gangguan ginjal, kadungan oksalat pada bayam juga bisa mengikat beberapa jenis mineral dalam tubuh seperti kalsium dan zat besi. Jika dikonsumsi berlebihan, dikhawatirkan bayam justru memicu gangguan kesehatan akibat penyerapan mineral yang berlebihan.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?