Kenali Penyakit yang Sering Muncul Saat Banjir
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
05 January 2020 16:10
Watyutink.com - Bencana banjir kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan di beberapa kota, seperti Jakarta, banjir seolah menjadi masalah klasik yang tak kunjung terpecahkan. Seperti yang terjadi pada awal 2020. Banjir melanda sebagain besar wilayah ibu kota dan beberapa daerah disekitar Jakarta.

Saat banjir melanda, seringkali bukan hanya air yang datang tapi juga disertai beberapa penyakit. Itulah sebabnya warga masyarakat khususnya yang tinggal di lokasi rawan banjir harus selalu waspada dengan penularan penyakit akibat banjir.

Tahukah Anda, apa saja penyakit yang sering muncul saat banjir?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Moh. Adib Khumaidi, mengatakan ada beberapa penyakit yang menjadi 'langganan' banjir. Adib menjelaskan luapan air saat banjir memang menjadi waktu terbaik bagi bakteri dan virus untuk berkembang biak dan menularkan penyakitnya.

Salah satu penyakit yang berpotensi muncul saat banjir adalah Leptospirosis. Penyakit yang disebabkan kencing dan kotoran tikus ini menular bersamaan dengan luapan air saat banjir.

Penderita leptospirosis biasanya menunjukkan gejala seperti tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, dan demam. Selain itu tubuh mengalami nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, mual-muntah, dan timbul ruam pada kulit.

Banjir juga kerap menyebabkan penularan penyakit Diare dan Demam Tifoid. Hal ini akibat warga yang terkena banjir mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri. Lokasi bencana yang minim kebersihan juga menyebabkan penyakit diare dan demam tifoid berkembang cepat.

Penyakit berikutnya yang perlu diwaspadai adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini paling sering mewabah dimusim penghujan. Pasalnya genangan air menjadi sarang bagi nyamuk untuk berkembang.

Musim hujan juga kerap menyebabkan penyakiy Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Udara dingin dan aroma air kotor akan menyebabkan korban banjir mengalami gejala batuk, bersin, dan demam. Daya tahan tubuh yang cenderung melemah menyebabkan ISPA mudah menyerang.

Korban banjir juga sering kekurangan makanan bergizi. Akibatnya banyak yang mengalami masalah pencernaan seperti penyakit asam lambung. Hal ini diperparah dengan jadwal makan yang tidak tepat selama banjir melanda.

Flu dan Demam adalah penyakit yang lazim terjadi saat musim hukan. Udara dingin dan basah akibat hujan dalam waktu lama menyebabkan kedua penyakit itu menyebar dengan mudah.

Air banjir yang kotor seringkali juga membawa bakteri yang menyebabkan infeksi kulit. Penyakit ini umumnya menular melalui luka terbuka pada permukaan kulit.

PDEI mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Adib menjelaskan, beberapa cara bisa dilakukan untuk menghidari terserang penyakit. Diantaranya, menjauhkan aktivitas di dalam air seperti bermain atau merendam anggota tubuh dalam air banjir.

Segera ganti pakaian basah dengan yang kering untuk mencegah hipotermia. Gunakan sarung tangan, selatu bot, dan masker saat beraktivitas di tengah genangan air.

Konsumsi makanan yang sehat dan higienis. Hindari makanan pedas agar terhindar dari masalah pencernaan. Serta perbanyak minum air mineral. Selalu cuci tangan menggunakan sabun antiseptik setiap usai beraktivitas, terutama sebelum dan sesudah makan.

Selalu siapkan obat-obatan, seperti penurun panas, obat diare, obat lambung dan vitamin. Segera hubungi dokter jika gangguan kesehatan yang diderita tak kunjung sembuh.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)