Kenali Faktor Pemicu Kecelakaan di Jalan Raya
berita

04 September 2019 16:05
Watyutink.com- Kecelakaan sudah menjadi risiko yang harus ditanggung ketika memutuskan untuk melakukan aktivitas berkendara. Ibarat kata, jika tidak ditabrak ya menabrak. Untuk meminimalisir risiko itu, perlu menghindari faktor-faktor pemicu terjadinya kecelakaan.

Tahukah Anda faktor-faktor pemicu terjadinya kecelakaan?

Mengantuk, menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Ketika mengantuk, sopir akan kehilangan konsentrasi dan akhirnya tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Alangkah baiknya jika sopir mengambil waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan dengan kondisi badan yang prima.

Baca Juga

Berkendara ugal-ugalan seperti mengebut, berpindah-pindah jalur , dan tidak menaati peraturan lalu lintas, selain membahayakan diri sendiri juga dapat membahayakan pengendara yang lain. Gaya berkendara yang ugal-ugalan, mampu mengurangi kemampuan kendali pengendara apabila terjadi sesuatu yang mendadak. Sesuaikan kecepatan kendaraan dengan arus lalu lintas yang berdekatan dengan jalur pengendara lain untuk menjaga keselamatan diri maupun pengendara yang lain.

Tailgating, merupakan kegiatan mengemudi dengan cara mengikuti kendaraan didepannya dalam jarak yang tidak aman. Hal ini sangat berbahaya, mengingat apabila kendaraan didepan berhenti mendadak, pelaku tailgating tidak sempat melakukan antisipasi, dan akhirya terjadi kecelakaan. Untuk menghindari kecelakaan perlu diberikan jarak aman antar kendaraan untuk memberi kesempatan antisipasi apabila terjadi sesuatu didepannya.

Berkendara sambil melakukan aktivitas lain seperti main gadjet, makan atau minum, bersenda gurau berlebihan, haruslah dihindari. Berkendara haruslah fokus dan konsentrasi pada jalan dan lingkungan sekiar. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat memecah konsentrasi dalam berkendara.

Mengemudi di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba sudah pasti dilarang. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan narkoba sudah pasti memiliki tingkat konsentrasi yang rendah dan kendali kemudi yang sangat minim. Hal ini sudah pasti dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Faktor teknis seperti sistem pengereman harus selalu dicek. Sistem pengereman yang bagus dapat memperkecil jarak pengereman. Hal ini dapat mengurangi risiko kecelakaan apabila terjadi sesuatu di depannya. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998