Kayu Secang, Bahan Alami untuk Atasi Asam Urat, Diabetes, Jantung Koroner dan Kanker
berita
Sumber Foto : wartaSolo.com
30 November 2019 15:45
Watyutink.com – Masyarakat Indonesia sudah lama menggunakan kayu secang untuk membuat minuman tradisional. Rasanya yang segar cenderung asam membuat minuman secang sangat disukai.

Ternyata selain enak dinikmati, minuman secang juga bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya banyak masyarakat yang tidak memahami khasiat kayu secang bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat kayu secang bagi kesehatan?

Pohon secang mempunyai nama latin Caesaplina Sappan. Pohon ini banyan tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Itulah pohon ini mempunyai banyak sebutan selain orang Jawa yang menyebutnya Orang Aceh menyebutnya, orang Minangkabau menyebutnya cacang atau lacang, orang Batak menyebut sopang. Sedangkan menurut orang Gayo atau Sasak pohon ini bernama sepang.

Kayu secang dikenal kaya akan kandungan senyawa yang penting bagi tubuh, seperti brazilin, brasilein, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, kardenolin, fenil propana, dan antrakinon. Selain itu secang juga menganding asam galat, delta-a phellandrene, oscimene, resin, resorsin, dan minyak atsiri. Kandungan zat yang khas dalam kayu secang adalah sappanchalcone dan caesalpin-P.

Kandungan zat dan senyawa tersebut membuat kayu secang ampuh mengobati berbagai penyakit. Salah satunya adalah mengobati penyakit asam urat. Hal ini akibat kandungan sappanchalcone dan caesalpin-P yang dimilikinya. Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antiinflamasi yang berkhasiat mengatasi penyakit asam urat.

Kayu secang juga dapat mengatasi penyakit diabetes atau kencing manis. Kandungan senyawa brazilin, kaesalpin-P, sappankalkon, dan protosappanin-A akan menjadi inhibitor atau penghambat enzim aldosa reduktase yang menyebabkan komplikasi diabetes. Itulah sebabnya kayu secang dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Sedangkan kandungan senyawa kloroform, n-butanol, dan metanol air menjadikan kayu secang bermanfaat mengobati kanker atau tumor. Pasalnya senyawa tersebut memiliki sifat antikianker yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu senyawa tersebut menjadi toksik yang membunuh sel kanker dan tumor.

Kandungan antioksidan dalam kayu secang membuatnya bermanfaat menyehatkan hati dan jantung. Pasalnya antioksidan bisa mencegah tubuh dari efek negatif radikal bebas penyebab beberapa penyakit kronis, seperti kerusakan hati dan jantung koroner.

Beberapa radikal bebas yang bisa diusir dengan mengonsumsi ramuan kayu secang antara lain radikal bebas hidroksil, radikal eroksil, radikal alkoksil, singlet oksigen, hidrogen peroksida, dan anion superoksida. Kayu secang bisa menghambat pembentukan radikal bebas tersebut di dalam tubuh, terutama jantung dan hati.

Selain itu kayu secang juga bisa mengobati masalah pencernaan seperti diare. Pasalnya kayu secang mengandung zat antidiare seperti galat, brazilin, oscimene, resin, resorsin, dan tanin. Kayu secang juga dapat meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh dan melancarkan sistem peredaran darah.

Untuk membuat minuman atau wedang secang cukup mudah.Dr Budi Mulyono dari Griya Sehat Kedal, Jawa Tengah menjelaskan, untuk membuatnya siapkan bahan-bahan, seperti kulit kayu secang, kayu mans, daun pandan, dan jahe. Rebus dengan air hingga mendidih.  Diamkan hingga hangat dan wedan secang yang sehat pun siap dinikmati. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir