Kandungan Nutrisi dalam Ceker Ayam, Baik untuk Kesehatan Jantung, Saraf, dan Pencernaan
berita

13 July 2019 16:25
Watyutink.com – Ayam adalah hewan ternak yang paling banyak dikonsumsi. Berbeda dengan orang-orang barat yang hanya mengonsumsi daging ayam, bagi masyarakat Indonesia semua bagian ayam bisa dimakan. Bukan hanya daging, hati, usus, jeroan, kepala, bahkan pantat dan kaki ayam pun turut diolah menjadi makanan.

Salah satu bagian ayam yang sering dikonsumsi orang Indonesia adalah kaki atau ceker ayam. Bagian tubuh ini kerap dijadikan campuran sup, soto atau masakan lainnya. Selain itu ceker juga sering dimakan dengan bumbu pedas.

Sebagian orang percaya ceker ayam mengandung banyak manfaat, terutama bagi anak-anak. Itulah sebabnya para orang tua kerap mengolah ceker menjadi campuran bubur untuk anak-anak. Ada pula mitos anak-anak yang diberi makan ceker ayam, kelak saat dewasa akan cepat larinya.

Tahukah Anda, sebenarnya makan ceker ayam sehat atau tidak?

Ceker atau kaki adalah bagian tubuh ayam yang terdiri dari tulang, kulit, dan tendon. Ceker ayam diketahui tidak mengandung daging atau otot. Selain itu ceker ayam banyak mengandung sumsum yang terletak dibagian tulangnya. Sayangnya, kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendon ceker ayam serta membuang tulangnya. Padahal dibagian tulang itulah banyak terkandung nutrisi.

Untuk mendapatkan nutrisi dari tulang ceker ayam memang agak sulit, terutama jika ingin dimakan langsung. Untuk itu tulang ceker ayam bisa diolah menjadi kaldu. Caranya dengan merebus tulang ayam selama beberapa saat hingga nutrisinya terlepas dan bercampur dengan air. Kaldu dari tulang ayam ini bisa digunakan untuk kuah sup atau sayur lainnya.

Selain mengandung banyak nutrisi, ceker ayam juga diketahui menyimpan berbagai kadungan mineral, seperti kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor. Mineral-mineral ini diketahui sangat bermanfaat untuk sirkulasi darah. Selain itu kandungan mineral tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan beberapa organ tubuh, seperti tulang, saraf, jantung, dan pencernaan.

Ceker ayam juga mengandung glukosamin, mineral yang menguatkan sendi serta mencegah terjadinya peradangan dan nyeri. Ceker ayam juga mengandung asam hialuronat, senyawa yang dapat menjaga kesehatan jaringan, seperti peremajaan sel dan penguatan sel kulit.

Kandungan lain dalam ceker adalah kondroitin sulfat. Seperti glukosamin, zat yang bermanfaat menjaga kesehatan sendi. Namun kondroitin juga dapat menjaga, kesehatan jantung, dan kulit. Manfaat untuk kesehatan kulit juga diperoleh dari kandungan kolagen yang ada dalam ceker ayam, terutama bagian tulangnya.

Selain untuk kesehatan kulit, kolagen juga berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh lainnya seperti, memperkuat struktur pembuluh darah, memperkuat struktur tulang, dan melindungi lapisan saluran cerna.

Namun selain mengandung manfaat, ceker ayam juga memiliki efek samping. Salah satunya ceker ayam mengandung lemak jenuh, terutama bagian yang ditutupi kulit secara penuh. Meski menciptakan rasa yang lezat, tapi lemak jenuh diketahui tidak baik bagi kesehatan.

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika dibiarkan, lama-kelamaan kolesterol jahat akan menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung. Hal inilah yang kerap memicu serangan jantung.

Dalam 100 gram ceker ayam diketahui mengandung 3,9 gram lemak jenuh. Jumlah itu setara dengan 20 persen kebutuhan lemak jenuh per hari orang dewasa. Selain itu, 100 gram ceker ayam juga mengandung kolesterol sebanyak 84 miligram atau 28 persen dari kebutuhan kolesterol per hari orang dewasa.

Itulah sebabnya, makan ceker ayam sebaiknya tidak dalam jumlah yang berlebihan. Makanlah secukupnya dan utamakan bagian sumsum tulangnya. Sebab bagian inilah yang paling banyak mengandung nutrisi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol