Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Bisa Sebabkan Stroke dan Serangan Jantung, Kenali Tanda-tandanya
berita
Sumber Foto : merdeka.com
17 November 2020 17:00
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang tidak memperdulikan kadar kolesterol dalam tubuh. Mereka menganggap kolesterol adalah hal biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Akibatnya pola makan yang tidak sehat tetap dilakukan. Kebiasaan itu akhirnya memicu naiknya kadar kolesterol dalam tubuh.

Banyak yang tidak menyadari kenaikan kadar kolesterol dalam tubuh sangat berbahaya, bahkan bisa berakibat fatal. Gajala atau tanda naiknya kadar kolesterol juga kerap diabaikan. Celakanya, mereka baru menyadarinya setelah menderita gangguna kesehatan.

Itulah sebabnya kenaikan kolesterol harus selalu diwaspadai. Pengawasan sejak dini wajib dilakukan. Selain itu pola hidup sehar juga harus dilakukan guna menjaga agar kadar kolesterol tetap dalam ukuran normal.

Tahukah Anda, apa bahaya kolesterol tinggi dan apa saja tanda-tandanya?

Kolesterol adalah zat lemak yang terdapat dalam aliran darah. Sejatinya tubuh membutuhkan kolesterol untuk menunjukan organ-organ tubuh menjalankan fungsinya dengan baik. Namun hal itu hanya jika kolesterol dalam jumlah dan kadar yang tepat. Kolesterol dalam jumlah berlebih dalam tubuh justru akan menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya bisa menghambat aliran darah. Kondisi ini tentu sangat berbahaya lantaran berpotensi memicu gangguan kesehatan, bahkan sampai kondisi fatal.

Praktisi kesehatan dr. Kevin Adrian dalam tulisannya di situs alodokter.com menjelaskan terdapat tiga jenis kolesterol dalam tubuh. Pertama, High-density lipoprotein (HDL) atau yang sering disebut kolesterol baik lantaran berfungsi membawa kelebihan kolesterol keluar dari tubuh, baik melalui urin, tinja, maupun keringat. Semakin tinggi kadar HDL semakin baik pula efeknya bagi tubuh. Kadal normal HDL adalah 60 milligrams/deciliter (mg/dL). Jika berada di bawa 40 mg/dL kita wajib waspada.

Jenis kolesterol berikutnya adalah Low-density lipoprotein (LDL). Kadar LDL harus dijaga agar tidak lebih dari 100 mg/dL. Jika lebihdari itu, LDL akan mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan seperti penyumbatan pembuluh darah. Itulah sebabnya LDL kerap disebut kolesterol jahat.

Berikutnya adalah Trigliserida. Yakini jenis kolesterol terbanyak di dalam tubuh. Kadar trigliserida harus dijaga tidak lebih dari 150 mg/dL. Serupa dengan LDL, jika kadarnya berlebih trigliserida akan menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyumbatan pembuluh darah.

Ada beberapa jenis gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat kadar kolesterol tinggi, yang paling sering terjadi adalah serangan jantung. Tersumbatnya aliran darah dipastikan menganggu suplai darah ke jantung. Selain itu kolesterol yang menumpuk akan menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit (aterosklerosis). Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, yaitu serangan jantung.

Penyempitan pembulah darah juga berpotensi menyebabkan stroke. Terutama jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak. Selain itu fungsi otak juga bakal terganggu, seperti penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan kondisi mental.

Kolesterol tinggi juga memicu penyakit arteri perifer, seperti nyeri, kram, hingga mati rasa, ketika tubuh melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, berlari, atau mengangkat sesuatu. Pasalnya pembuluh darah di area tungkai atau lengan mengalami penyumbatan. Selain itu penderita juga mengalami lengan dan tungkai terlihat pucat, teraba dingin, sering kesemutan, dan luka yang sulit sembuh pada lengan dan tungkai.

Kolesterol tinggi juga menyebabkan penyakit batu empedu. Kolesterol sejatinya dibutuhkan oleh organ pencernaan untuk memproduksi cairan empedu yang berguna mencerna lemak. Namun jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol justru menumpuk dan mengeras menjadi batu dalam empedu.

Dr. Ayustawati, PhD dalam bukunya “Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien” yang diterbitkan pada 2013 menyebutkan beberapa tanda kolesterol tinggi. Mudah lelah dan sering mengantuk adalah tanda pertama kolesterol tinggi. Hal ini karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang menghambat suplai darah ke seluruh tubuh. Selain itu suplai oksigen ke otak juga berkurang.

Nyeri kaki dan tengkuk terasa pegal juga menjadi sinyal tubuh kelebihan kadar kolesterol. Terutama jika penumpukan kolesterol terjadi pada pembulun darah di kaki dan leher. Jika terjadi di leher, nantinya penumpukan kolesterol akan menghalangi supali darah dan oksigen ke otak. Jika penumpukan terjadi di pembuluh darah jantung, akan menimbulkan nyeri dada.

Kolesterol tinggi juga ditandai dengan kondisi xanthomata dan  xanthelasma. Xanthomata adalah penumpukan kolesterol yang terlihat dalam jaringan tubuh, terutama dalam kulit dan urat. Bisa ditandai dengan pembengkakan berbentuk bulat dan berwarna kekuningan. Sedangkan xantgelasma adalah penumpukan kolesterol ditandai dengan munculnya bercak kuning di bawah kelopak mata.

Jika tanda-tanda itu muncul, sebaiknya Anda segera melakukan langkah pencegahan. Segera konsultasi dengan dokter untuk menurunkan kadar kolesterol, sebelum kondisi yang lebih parah terjadi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF