Jangan Salah Pilih Bantal, Bisa Sebabkan Nyeri Leher dan Tidur Tidak Nyenyak
berita

05 November 2019 16:21
Watyutink – Fungsi tidur bagi kesehatan sangat besar. Pasalnya tidak adalah saat dimana tubuh mengistirahatkan diri sembari mengembalikan kebugaran. Itulah sebabnya tidur yang berkualitas menjadi kebutuhan semua manusia.

Salah satu benda yang mendukung tidur berkualitas adalah bantal. Kesalahan memilih bantal tidak hanya menjadikan tidur kurang nyeyak, tapi juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti. nyeri leher. Itulah sebabnya kita harus bisa memilih bantal yang tepat dan baik agar tidur lebih nyenyak dan berkualitas.

Tahukah Anda, bagaimana cara memilih bantal yang benar?

Ada banyak jenis bantal yang dijual di pasaran. Jenis tersebut tergantung bahan atau isi bantal. Jenis pertama adalah bantal berisi kapas atau kapuk. Bantal jenis ini paling banyak dijual. Keunggulan bantal berisi kapuk atau kapas adalah bentuknya yang tebal dan kuat menahan beban. Namun bantal jenis ini mudah berdebu dan berisiko menjadi sarang tungau yang bisa menganggu kesehatan kulit dan pernafasan. Terlebih bantal berbahan kapas dan kapuk lama-kelamaan bisa mengeras.

Jenis kedua adalah bantal berisi bulu angsa. Ada dua jenis bulu angsa yang dipakai, yakni bagian leher dan dada angsa. Kelemahan bantal jenis ini adalah mudah menghasilkan debu. Itulah sebabnya, bantal berisi bulu angsa harus dilapisi kain yang cukup tebal. Selain itu bantal bulu angsa biasanya berharga mahal.

Berikutnya adalah bantal berisi dakron, yakni serat plastik yang berfungsi menggantikan kapas dan kapuk. Keunggulan dakron adalah tidak menyerap air sehingga tidak mudah lembab. Selain itu dakron tidak mudah menggumpal sehingga permukaan bantal menjadi lebih rata dan lembut.

Ada pula bantal berbahan lateks atau getah karet. Ada dua macam lateks yang digunakan, takni lateks natural dan sintetis. Lateks natural lebih nyaman digunakan. Pasalnya lateks natural memiliki sifat anti bakteri dan anti tungau. Selain itu lateks bersifat isolator yang tidak menghantarkan panas. Akibatnya bantal lateks terasa lebih dingin saat digunakan di tempat panas. Sebaliknya di tempat dingin, bantal lateks terasa lebih hangat.

Jenis berikutnya adalah bantal memory foam yang terbuat dari busa polyurethane. Bantal jenis ini dibuat menggunakan proses khusus. Bantal memory foam bersifat menyerap keringat. Itulah sebabnya bantal ini lebih nyaman dijika digunakan di ruangan berpendingin udara atau AC.

Jenis terakhir adalah bantal berbahan manik-manik yang terbuat dari serpihan sterofoam. Bantal jenis ini terasa nyaman lantaran tidak mudah panas. Namun bantal jenis ini tidak bisa dicuci dan dijemur di terik matahari. Bantal manik-manik juga hanya bisa digunakan di ruangan yang tidak terlalu panas atau dingin.

Setelah menentukan bantal seperti apa yang kita perlukan, pertimbangan berikutnya adalah berapa ukurannya. Usahakan bantal tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar. Umumnya bantal yang digunakan orang Indonesia berukuran 43 X 63 sentimeter disesuaikan dengan ukuran bahu orang Indonesia. Selain itu kebanyakan sarung bantal di Indonesia berukuran 43 X 63 sentimeter.

Selanjutnya pilihlah bantal dengan ketinggian yang tepat. Bantal yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sakit leher dan bahu. Sedangkan bantal yang terlalu rendah berisiko menghambat aliran darah ke kepala yang membuat tidur tidak nyenyak.

Sesuaikan pula posisi bantal dengan kepala. Caranya beringkan tubuh dengan rileks. Cobalah memasukkan tangan di celah antara leher bagian belakang dan kasur. Sesuaikan bantal agar bisa menopang leher dengan sempurna.

Setiap orang pasti mempunyai pilihan bantal yang berbeda-benda. Jadi sesuaikan bantal dengan kebutuhan Anda, agar tidur menjadi lebih nyenyak.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif