Jangan Ragu Berolahraga Saat Berpuasa, Tapi Perhatikan Hal-hal Ini
berita

07 May 2019 16:50
Watyutink.com – Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam tidak makan dan minum di pagi dan siang hari selama sebulan penuh. Itulah sebabnya banyak orang yang menghindari melakukan kegiatan yang dirasa menguras tenaga, terutama di luar ruangan.

Salah satu kegiatan yang dikurangi adalah berolah raga. Pasalnya berolah raga akan membuat tubuh cepat merasa haus. Padahal saat itu umat Islam dilarang minum.

Namun bagi sebagian orang, olah raga adalah kegiatan yang tidak bisa dilewatkan. Mereka merasa ada yang kurang jika tidak berolah raga. Bahkan sebagian orang justru jatuh sakit jika tidak berolah raga.

Tahukah Anda, bagaimana caranya berolah raga saat menjalankan ibadah puasa?

Sebenarnya tidak ada masalah berolah raga saat berpuasa. Pasalnya olah raga adalah kegiatan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Ketika memasuki bulan Ramadhan kita tinggal menyesuaikan waktunya. Sebaiknya jangan berolah raga saat perut kosong. Itulah sebabnya berolah raga sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa.

Namun hal itu akan sulit dilakukan. Pasalnya saat bulan Ramadhan umat Islam juga disunnahkan melaksanakan ibadah sholat tarawih dan dilanjukan ibadah lainnya seperti tadarus Al Qur’an, berdzikir, iktikaf dan sebagainya.

Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) mengatakan selama bulan Ramadhan, kita bisa berolah raga 30 menit hingga 60 menit sebelum berbuka puasa. Sehingga saat setelah berolah raga kita bisa kembali memberikan asupan gizi dan air bagi tubuh.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah jenis olah raga yang dilakukan. Sebaiknya jangan melakukan olah raga yang tergolong berat. Olah raga ringan seperti jalan santai, jogging atau bersepeda bisa menjadi pilihan. Olah raga berat dikhawatirkan justu membuat tubuh  lemas dan bahkan sampai pingsan.

Asupan makanan selama bulan Ramadhan pun harus diperhatikan. Pasalnya selama menjalankan ibadah puasa, jadwal makan kita berubah. Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Itulah sebabnya sangat dianjurkan makan makanan yang mengandung beragan nutrisi dan gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh. Takarannya pun harus diperhatikan, jangan berlebihan tapi juga jangan kekurangan.

Selain makanan, selama menjalankan ibadah puasa tubuh juga harus tercukupi asupan air. Itulah sebabnya disarankan banyak minum saat sahur dan buka puasa. Terlebih bagi Anda yang gemar berolah raga. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5 liter  hingga dua liter per hari. Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu perhatikan juga waktu tidur selama bulan puasa. Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar tujuh hingga delapan jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?