Jangan Mengkomsumsi Obat Setelah Minum Kopi
berita
.
31 October 2019 08:00
Watyutink.com -Saat tiba-tiba sakit kepala atau badan terasa demam, apa yang Anda lakukan? Minum obat pereda sakit kepala atau demam adalah tindakan yang sering dilakukan. Namun  apa jadinya jika sakit kepala datang saat kita sedang menikmati secangkir kopi.

Tahukah Anda, minum kopi sebelum minum obat bisa berakibat tidak baik bagi tubuh?

Seperti yang kita ketahui, kopi mengandung kafein yang  bersifat stimulant. Kafein dalam kopi  dapat merangsang jantung dan otak bekerja lebih cepat. Itu kenapa setelah minum kopi kita merasa lebih fokus dan mata lebih melek.

Perlu diingat, kafein dapat mengganggu proses penyerapan obat dalam lambung dan usus halus. Sehingga minum kopi mengakibatkan kerja obat jadi kurang manjur untuk mengatasi penyakit yang sedang Anda alami.

Selain itu mengkonsumsi obat setelah minum kopi juga bisa berakibat tidak baik untuk jantung. Pasalnya minum obat setelah minum kopi menyebabkan detak jantung meningkat drastis.Terlebih kafein dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh daripada zat yang terkandung dalam obat. Bahkan dalam beberapa kasus, minum obat setelah minum kopi juga bisa memicu terjadinya keracunan kafein akibat interaksi antara antara obat dan kafein.

Usahakan jeda antara minum kopi dan minum obat sekitar tiga atau empat jam. Jika Anda termasuk peminum kopi berat, sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang jarak waktu aman antara minum kopi dan minum obat. Terutama untuk jenis obat golongan antidepresan, estrogen, pengencer darah, antibiotik quinolone, serta obat-obatan untuk gangguan tiroid dan osteoporosis.

Namun pilihan terbaik adalah hentikan dulu kebiasaan minum kopi jika sedang mengkonsumsi obat. Air putih adalah minuman terbaik untuk mengkonsumsi obat. Bukan kopi, teh, jus, susu, minuman ringan bersoda, apalagi minuman keras. Dengan begitu, proses penyerapan obat dalam tubuh tak terhambat sehingga Anda bisa cepat sembuh tanpa efek samping yang mengkhawatirkan.

Baca Juga:

Tsunami Tertua di Indonesia

Kalimantan, Pulau Paling Aman

Fenomena Equinox, Penyebab Cuaca Panas

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

FOLLOW US

Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!             Perekonomian Dunia Masih Dihantui Ketegangan dan Ketidakpastian             Revisi Aturan-aturan yang Tidak Pro Kepada Nelayan!             Kebijakan KKP yang Baru Harus Didukung             Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS