Jangan Biasakan Buah Hati Kita Terbiasa Duduk Pada Posisi 'W', Berbahaya!
berita
Bahaya W Sitting
19 July 2020 09:00
Watyutin.com - Coba perhatikan cara duduk si kecil, buah hati kita, baik ketika bermain ataupun sedang menonton tayangan di televisi. Jangan-jangan dia duduk pada posisi menyerupai huruf “W” (W Sitting). Bagi sebagian anak duduk pada posisi ini terasa nyaman. Kebiasaan duduk seperti ini banyak dilakukan anak yang berusia antara 4-6 tahun, dan mulai berhenti ketika usia mencapai 8 tahun.

Tahukah Anda, ternyata kebiasaan duduk “W” ini  bagi seorang anak akan berefek buruk ketika dia tumbuh dewasa kelak.

Walau belum ada penelitian atau bukti ilmiah dan masih menjadi kontroversi, tetapi beberapa ahli orthopedi menyebutkan ada beberapa permasalahan yang mungkin terjadi, antara lain:

1. Kelainan ortopedi - berpotensi menyebabkan dislokasi panggul, yaitu keluarnya tulang paha dari persendiannya di panggul

2. Kaku otot, bahkan menyebabkan pemendekan otot permanen

3. Keterlambatan perkembangan, terutama motorik kasar

Karena itu ketika seseorang mengalami keluhan di atas, jangan-jangan akibat sewaktu kecilnya sering duduk pada posisi “W” ini.

Seorang fisioterapis (@alla_haa) dalam sebuah akun instagram menuliskan pengalaman pribadinya.Dia dulu duduk W Sit dari kecil, dan baru di umur 23 tahun dia merasakan dampaknya. Selanjutnya @alla_haa menjelaskan bahwa ketika kita duduk “W” otomatis kita duduk menggunakan Sacrum (tulang belakang) bukan Ischium (tulang duduk). Ketika kita menggunakan Sacrum maka dapat terjadi muscle imbalance antara otot paha depan dan belakang. Sekarang otot paha belakang saya mengalami pemendekan dan kaku terus. Akibatnya pola jalan saya X dan sekarang lutut saya sakit dan nyeri, apalagai untuk naik tangga. Jadi W Sit itu tidak baik jelasnya.

Karena itu sebaiknya biasakanlah buah hati kita untuk tidak duduk dalam posisi “W”.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila