Jali-jali, Bukan Sekadar Judul Lagu, tapi Tanaman yang Mampu Cegah Diabetes, Penyakit Jantung, dan Kanker Usus
berita
Tanaman Jali-jali
09 November 2020 06:00
Watyutink.com Ini dia si jali-jali, lagunya enak, lagunya enak merdu sekali. Capek sedikit tidak perduli sayang, asalkan tuan asalkan tuan senang di hati.

Itulah petikan lirik lagu Jali Jali. Lagu yang berasal dari Betawi ini tentu sudah tidak asing lagi. Bukan hanya bagi warga Jakarta, tetap juga masyarakat Indonesia. Pasalnya lagu bernada ceria ini sudah sering diperdengarkan, baik melalui televisi, radio atau media lainnya.Tapi tidak banyak yang mengetahui jika lagu yang dipopulerkan oleh almarhum Benyamin Sueb itu terinspirasi dari sebuah tanaman bernama Jali-jali.

Tanaman jali-jali saat ini memang sudah banyak dilupakan orang. Padahal tanaman ini sejatinya kaya akan manfaat bagi kesehatan. Itulah sebabnya dahulu, jali-jali dijadikan salah satu bahan pangan yang kerap dikonsumsi.

Tahukah Anda, apa saja manfaat tanaman jali-jali bagi kesehatan?

Jali-jali mempunyai beragam nama diberbagai daerah di Nusantara. Orang Jawa menyebutnya jangle atau kali watu. Warga Kalimantan mengenalnya dengan sebutan luwong atau jelei, orang Sumatera menyebut jelim. Sedangkan orang Sulawesi menyebutnya irule. Jali-jali adalah tumbuhan liar dengan ciri daun panjang dan runcing.

Bagian tanaman jali-jali yang kerap dimanfaatkan untuk bahan pangan adalah bijinya yang berbentuk oval bertekstur keras berwarna putih. Para ahli menyebut jali jali kaya akan kandungan nutrisi, seperti asam amino, alkaloid, vitamin, protein, kalsium, zat besi, magnesium, klorida, dan glukosa. Itulah sebabnya tanaman ini diyakini mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan.

Salah satu manfaat jali-jali adalah membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jali-jali diketahui memiliki kandungan beta gulen yang mampu mengurangi kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Sebuah penelitian menunjukkan orang yang melakukan diet dan hanya mengonsumsi jali-jali kadar kolesterolnya turun sebanyak tujuh persen. Jumlah ini lebih besar dbandingkan diet menggunakan gandum atau beras merah.

Lantaran mampu menurunkan kolesterol, jali-jali juga baik bagi kesehatan jantung. Pasalnya kolesterol jahat dan tekanan darah adalah dua penyebab utama penyakit jantung. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi jali-jali bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Jali-jali juga kaya akan kandungan serat. Itulah sebabnya mengonsumsi jali-jali sangat tepat bagi orang yang sedang menjalani program diet atau menurunkan berat badan. Serat yang terkandung dalam jali-jali akan memperlambant proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Akibatnya tubuh akan merasa kenyang lebih lama dan tidak lagi ingin makan makanan lain.

Jali-jali juga sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Sedangkan bagi orang yang masih sehat, jali-jali bisa mengurangi risiko terserang penyakit yang juga bernama kencing manis itu. Pasalnya jali-jali bisa meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula dalam darah. Jali jali juga kaya serat larut yang dapat memperlambat penyerapan gula ke aliran darah.

Kandungan serat tinggi dalam jali-jali juga mampu melindungi usus besar dari berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Serat dalam jali-jali tidak mudah larut sehingga berguna membersihkan usus. Sedangkan kandungan antioksidan, asam fitat, asam fenolat, dan saponin dapat melindungi usus dari kanker atau memperlambat perkembangan sel kanker.

Serat dalam jali-jali juga bermandaat bagi kesehatan organ empedu. Pasalnya serat dapat mencegah terbentuknya batu dalam empedu. Padahal penyakit batu empedu jika sudah menyerang bisa berbahaya. Penyembuhannya juga seringkali harus melalui jalan operasi. Itulah sebabnya mengonsumsi jali-jali bisa menjadi alternatif menghindari penyakit batu empedu.

Biasanya jali-jali diolah menjadi bubur. Untuk membuatnya tak ubahnya membuat bubur pada umumnya. Siapkan bahannya, berupa biji jali-jali secukupnya, daun pandan, jahe yang sudah digerek, gula jawa, santan, dan garam secukupnya.  

Cuci biji jali-jali hingga bersih lalu rebus hingga menjadi lunak. Angka dan tiriskan. Rebus daun pandan dan jahe hingga mendidih lalu masukkan jali-jali yang sudah ditiriskan tadi. Masukkan santan dan garam, aduk dengan rata dan jaga agar santan tidak pecah. Terakhir masukkan gula jawa yang sudah dicairkan, adih hingga rata. Angkat dan bubur jali-jali siap disantap.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF