Jalan Kaki dan Bersepeda, Cara Tepat Eks Pasien Corona Hindari Fenomena Long Covid
berita
Ilustrasi/ Net
06 March 2021 17:11
Watyutink.com - Meski kasus positif Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi, tapi ada hal yang patut disyukuri, yakni jumlah pasien sembuh yang semakin banyak. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, hingga Jumat 5 Maret 2021, jumlah kasus virus corona di Indonesia mencapai 1.368.069 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak  1.182.687 orang.

Artinya jumlah penyintas Covid-19 di tanah air terus mengalami penambahan. Namun perlu disadari, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, penyintas tidak bisa langsung beraktivitas secara normal. Pasalnya penyintas kerap masih merasakan beberapa keluhan sebagai efek dari virus corona yang pernah diderita.

Keluhan yang sering diderita seperti, mudah lelah, nyeri, dan sulit bernapas. Gejala-gejala tersebut jika tidak diatasi bisa berkepanjangan atau yang dikenal dengan Fenomena Long Covid. Itulah sebabnya diperlukan beberapa langkah pencegahan guna mencegah para penyintas Covid-19 mengalami Fenomena Long Covid berkepanjangan.

Tahukah Anda, apa saja langkah pencegahan Fenomena Long Covid?

Dokter spesialis paru RS Kanker Dharmais, Jakarta, dr Wily Pandu Ariawan, Sp menjelaskan long covid adalah sisa gejala yang masih dirasakan oleh para penyintas Covid-19 atau pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Gejala yang dirasakan biasanya sama dengan saat masih positif Covid-19. Namun dengan intensitas yang lebih ringan. Meski demikian menurut dr Wily, ada pula  yang merasakan gejala long covid lebih berat.

Fenomena Long Covid yang kerap dirasakan seperti sesak nafas saat berjalan agak jauh, batuk produktif, gangguan sarafseperti delirium. Ada juga penyintas yang mengalami halusinasi, yakni melihat sesuatu yang orang lain tidak melihat. Ada juga yang mengalami gangguan jantung, hipertensi, palpitasi yaitu sering merasa berdebar debar, ada yang mual, diare atau buang airnya tidak lancar atau konstipasi. Itu gambaran Fenomena Long Covid, dari yang ringan sampai yang berat,.

Saat menjadi narasumber di acara talk show online "Nina Nugroho Solution" Sabtu 6 Februari 2021 lalu,  dr Wily menyarankan para penyintas segera melakukan langkah pencegahan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki asupan nutrisi.

Saat positif Covid-19, pasien akan mengalami penurunan berat badan karena sulit menerima asupan makanan. Sehingga sangat tepat jika saat sembuh yang dilakukan pertama adalah perbaikan gizi. dr Wily menyarankan penyintas makan makanan yang tinggi protein.

Sementara itu pada kesempatan yang lain,
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Dr dr Isman Firdaus, SpJP(K), menyarankan penyintas rajin berolah raga. Namun dr Isman menegaskan jangan melakukan olah raga berat.

Para penyintas bisa melakukan olah raga ringan seperti, jalan pagi, jalan cepat, bersepeda dan seterusnya secara bertahap. Dr Isman menjelaskan olah raga ringan akan menyebabkan otot jantung jadi lebih nyaman beraktivitas atau berkontraksi.

Selain itu dr Isman mewanti-wanti agar para penyintas berhenti merokok. Dr Isman menekankan stop merokok perlu dilakukan guna mencegah kondisi memburuk dan berbahaya.

Penyintas juga harus menghadiri stres. Pasalnya stres bisa memengaruhi saraf-saraf yang berisiko memengaruhi fungsi kardiovaskuler dan respiratori.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI