Inilah Minuman Isotonik Alami, Bisa Cegah Dehidrasi Tanpa Efek Samping
berita
Sumber Foto: alodoc.com
03 October 2020 08:00
Watyutink.com – Saat ini minat orang terhadap minuman isotonik cukup tinggi. Hal ini tak lepas dari kesadaran akan hidup sehat dan berolah raga yang cukup tinggi di masyarakat. Saat berolah raga dipastikan kita akan kehilangan banyak cairan yang keluar dari tubuh dalam bentuk keringat. Aktivitas di luar ruangan juga bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan, terutama jika dilakukan saat cuaca panas.

Minuman isotonik seringkali menjadi pilihan untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Pasalnya minuman isotoik dipercaya dapat mengembalikan caiaran tubuh dengan cepat. Selain mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan, minuman isotonik juga dirasa menyegarkan dan membuat tubuh bugar kembali.

Namun terlalu sering mengonsumsi minuman isotonik juga bisa menimbulkan efek samping. Itulah sebabnya isotonik tidak dianjurkan terlalu sering dkonsumsi. Sebaiknya konsumsi minuman isotonik alami yang lebih aman dan tidak mempunyai efek samping.

Tahukah Anda, apa jenis minuman isotonik alami?

Seringkali kita sulit membedakan minuman isotonik dan minuman energi. Padahal keduanya adalah jenis minuman yang berbeda. Isotonik adalah minuman yang berisi karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Kandungan dalam isotonik banyak manfaatnya lantaran serupa dengan cairan tubuh. Sedangkan minuman energi justru banyak mengandung zat yang tidak diperlukan tubuh, seperti kafein, taurin, guarana, dan keratin. Semua zat tersebut bersifat adiktif yang hanya merangsang atau menstimulasi kerja tubuh.

Meski bermanfaat, mengonsumsi minuman isotonik dalam jumlah berlebihan ternyata tidak anjurkan. Pasalnya terlalu sering minum minuman isotonik dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti mempengaruhi gigi dan lambung. Hal ini lantaran isotonik mengandung asam sitrat yang bersifat erosif bagi lambung dan gigi. Penderota penyakit ginjal, diabetes, jantung, dan lambung sangat tidak sarankan minum minuman isotonik.

Selain itu minum isotonik secara berlebihan bisa menyebabkan sakit kepala atau pusing saat beraktivitas. Itulah sebabnya isotonik sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar. Meski terasa segar, sebaiknya isotonik tidak dikonsumsi jika tidak sedang beraktivitas atau bekerja berat.

Kalau pun ingin mengonsumsi isotonik, disarankan yang alami. Selain memiliki manfaat sama, isotonik alami dirasa lebih aman lantaran tidak memiliki efek samping. Pakar kesehatan herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan isotonik alami bisa dibuat sediri. Caranya, ambil satu sendok makan chia seeds, sejenis biji-bijian berwarna hitam dan putih yang banyak dijual di toko makanan sehat.

Masukkan chia seeds dalam seperempat gelas air panas. Tambahkan seujung sendok garam himalaya atau himalaya salt. Biarkan sebentar lalu tambahkan air biasa, bukan air dingin atau air es. Aduk sebentar dan tambahkan satu sendok makan madu untuk menambah rasa. Minum saat masih hangat pagi dan sore hari.

Selain itu, isotonik alami juga terdapat dalam air kelapa. Pasalnya air kelapa memiliki kandungan potasium tinggi yang bisa mengganti cairan dan mineral tubuh yang hilang, layaknya elektrolit. Bisa juga membuat isotonik alami dengan campuran air gula dan garam. Campuran kedua bahan tersebut diyakini dapat menghindari tubuh dari dehidrasi dan mengganti cairan tubuh yang hilang .

Jus semangka dan air mentimun juga bisa dimanfaatkan sebagai isotonik alami. Semangka diketahui mengandung elektrolit yang penting untuk memperbaiki fungsi saraf dan kesehatan jantung. Sedangkan mentimun kaya akan kandungan potasium dan magnesium yang mempu memperkuat dan melindungi sel saraf.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF