Infused Water, Gaya Hidup Sehat Warisan Nabi Muhammad SAW
berita
Sumber Foto : idntimes.com
22 November 2019 10:00
Watyutink.com - Saat ini hidup sehat bukan hanya menjadi kebutuhan tapi sudah menjadi gaya hidup atau life style. Salah satu gaya hidup sehat yang saat ini sedang populer adalah infused water atau air rendaman.

Tahukah Anda, ternyata infused water atau air rendaman adalah salah satu gaya hidup sehat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Infused water adalah air hasil rendaman berbagai macam buah-buahan. Sebenarnya infused water yang juga disebut Air Nabez ini sudsh dikenal sejak 14 abad lalu. Bedanya di jaman Nabi Muhammad SAW buah yang digunakan adalah kurma atau kismis. Sedangkan saat ini yang digunakan adalah buah atau sayuran, seperti jeruk, apel, nanas, mentimun dan sebagainya. 

Cara membuat air nabez pun terbilang mudah. Kurma atau kismis direndam dalam segelas atau sewadah air putih dan didiamkan hingga semalaman. Dalam sebuah hadis disebutkan Nabi Muhammad membuat air nabez pada malam hari dan meminumnya pada pagi harinya dan sebaliknya jika dibuat pada pagi hari maka akan diminum pada malam harinya. 

Manfaat dari air nabez adalah bisa memulihkan tenaga sebab kurma banyak mengandung kalori dan gula yang bisa dijadikan sebagai energy booster. 

Air tersebut juga banyak mengandung serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menghilangkan kolesterol jahat.

Selain itu, ini adalah sumber zat besi yang baik dan kaya akan potasium sehingga bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

Sedangkan air nabez yang terbuat dari kismis memiliki manfaat sebagai detoksifikasi berbagai racun dalam tubuh. Selain itu bermanfaat untuk menetralisir sisa-sisa makanan, mencairkan dahak dan membasmi berbagai penyakit.

Namun perlu diingat kurma atau kismis hanya direndam paling lama selama dua hari. Jika lebih dari dua hari maka rendaman air nabez harus dibuang sebab sudah berubah menjadi arak akibat proses fermentasi. 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!