Hindari Makan Besar Saat Buka Puasa atau Gula Darah Bakal Naik Drastis
berita
Sumber Foto : kompas.com
23 April 2021 17:26
Watyutink.com - Kumandang adzan maghrib adalah saat yang paling ditunggu-tunggu umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pasalnya saat itu umat Islam diperkenankan kembali makan dan minum setelah seharian berpuasa. Itulah sebabnya berbagai menu makanan dibidang di meja makan.

Saat berbuka puasa nafsu makan memang seringkali meningkat. Hal ini wajar lantaran sudah seharian menahan lapar dan minum. Itulah sebabnya banyak orang 'balas dendam' saat buka puasa. Kebanyakan mereka langsung makan berat atau makan dalam porsi besar, terutama makan nasi.

Padahal langsung makan nasi dalam porsi besar saat buka puasa tidak dianjurkan. Bahkan langsung makan berat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Tahukah Anda apa bahaya langsung makan berat saat buka puasa?

Sebenarnya langsung makan nasi saat buka puasa tidaklah mengapa. Namun jangan dalam porsi besar. Ahli nutrisi dari RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Retno Pangastuti, DCN, M.Kes menerangkan sebaiknya saat buka puasa makan dalam jumlah sedikit. Menurut Retno, setelah berpuasa selama sekitar 12 jam sistem pencernaan tidak bekerja.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan makan makanan dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Selain itu menurut Retno disarankan mengonsumsi kurma atau makanan yang manis. Hal ini dipercaya akan meningkatkam energi yang sempat turun saat berpuasa.

Retno menjelaskan yang terpenting saat berbuka adalah membatalkan puasa. Selain itu juga mengembalikan cadangan yang kosong. Makanan dengan karbohidrat sedehana seperti kurma atau teh manis bisa langsunh diubah oleh tubuh menjadi energi. Kalaupun ingin makan nasi, disarankan agar makan setengah porsi saja dengan komposisi yang tetep sama, yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Saran serupa disampaikan dr Andry Hartono, SpGK dari RS Panti Rapih, Yogyakarta. Menurutnya, buka puasa sebaiknya tidak langsung makan dalam porsi besar. Pasalnya hal itu berisiko meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Terlebih jika yang dikonsumsi adalah nasi goreng yang mempunyai kadar gula tinggi yang bisa mempengaruhi kerja insulin.

Dr Andry menuturkan, gula darah dikhawatirkan justru lari ke saluran cerna yang bertugas menyerap makanan. Akibatnya otak mengalami kekurangan oksigen dan glukosa. Bisa-bisa setelah buka justru ngantuk dan tertidur. Padahal umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat tawarih.

Dr Andry menyarankan menu buka puasa mengandung gula komponen, yakni glukosa dsn fruktosa. Itulah sebabnya kurma atau teh manis sangat tepat untuk menu berbuka. Kurma diketahui mengandung gula fruktosa yang tidak langsung menaikkan gula darah. Fruktosa dalam kurma baru diolah tubuh empat jam setelah dikonsumsi.

Selain itu pisang juga baik dikonsumsi saat buka puasa. Menurut dr Andry, pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat sehingga kandungan kalorinya cukup tinggi. Kandungan elektrolit dalam pisang sangat baik mengembalikan kondisi tubuh setelah berpuasa.

Pisang juga mengandung zat yang mirip serotonin. Efek yang ditimbulkan adalah membuat tubuh menjadi tenang. Zat dalam pisang juga berguna mengurangi fungsi pencernaan. Hal ini sangat baik lantaran pencernaan selama sekitar 12 jam sebelumnya tidak bekerja.

Dr Andry menyarankan makan besar dilakukan setelah sholat tarawih. Namun tetap disarankan tidak dalam porsi berlebihan. Pasalnya hal itu bisa berpotensi menaikkan berat badan. Terlebih pada malam hari aktivitas tubuh berkurang. Sehingga sebaiknya kalori yang diserap tubuh tidak terlalu banyak.
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF